Entri Populer

Kamis, 12 Januari 2012

Sastra Indonesia, adalah sebuah istilah yang melingkupi berbagai macam karya sastra di Asia Tenggara. Istilah "Indonesia" sendiri mempunyai arti yang saling melengkapi terutama dalam cakupan geografi dan sejarah poltik di wilayah tersebut. Sastra Indonesia sendiri dapat merujuk pada sastra yang dibuat di wilayah Kepulauan Indonesia. Sering juga secara luas dirujuk kepada sastra yang bahasa akarnya berdasarkan Bahasa Melayu (dimana bahasa Indonesia adalah satu turunannya). Dengan pengertian kedua maka sastra ini dapat juga diartikan sebagai sastra yang dibuat di wilayah Melayu (selain Indonesia, terdapat juga beberapa negara berbahasa Melayu seperti Malaysia dan Brunei), demikian pula bangsa Melayu yang tinggal di Singapura.

Periodisasi

Sastra Indonesia terbagi menjadi 2 bagian besar, yaitu:
Secara urutan waktu maka sastra Indonesia terbagi atas beberapa angkatan:
  • Angkatan Pujangga Lama
  • Angkatan Sastra Melayu Lama
  • Angkatan Balai Pustaka
  • Angkatan Pujangga Baru
  • Angkatan 1945
  • Angkatan 1950 - 1960-an
  • Angkatan 1966 - 1970-an
  • Angkatan 1980 - 1990-an
  • Angkatan Reformasi
  • Angkatan 2000-an

Pujangga Lama

Pujangga lama merupakan bentuk pengklasifikasian karya sastra di Indonesia yang dihasilkan sebelum abad ke-20. Pada masa ini karya satra di dominasi oleh syair, pantun, gurindam dan hikayat. Di Nusantara, budaya Melayu klasik dengan pengaruh Islam yang kuat meliputi sebagian besar negara pantai Sumatera dan Semenanjung Malaya. Di Sumatera bagian utara muncul karya-karya penting berbahasa Melayu, terutama karya-karya keagamaan. Hamzah Fansuri adalah yang pertama di antara penulis-penulis utama angkatan Pujangga Lama. Dari istana Kesultanan Aceh pada abad XVII muncul karya-karya klasik selanjutnya, yang paling terkemuka adalah karya-karya Syamsuddin Pasai dan Abdurrauf Singkil, serta Nuruddin ar-Raniri.[1]

Karya Sastra Pujangga Lama

Sejarah

 Hikayat


Syair

Kitab Agama

  • Syarab al-'Asyiqin (Minuman Para Pecinta) oleh Hamzah Fansuri
  • Asrar al-'Arifin (Rahasia-rahasia para Gnostik) oleh Hamzah Fansuri
  • Nur ad-Daqa'iq (Cahaya pada kehalusan-kehalusan) oleh Syamsuddin Pasai
  • Bustan as-Salatin (Taman raja-raja) oleh Nuruddin ar-Raniri

 

 

Sastra Melayu Lama

Karya sastra di Indonesia yang dihasilkan antara tahun 1870 - 1942, yang berkembang dilingkungan masyarakat Sumatera seperti "Langkat, Tapanuli, Minangkabau dan daerah Sumatera lainnya", orang Tionghoa dan masyarakat Indo-Eropa. Karya sastra pertama yang terbit sekitar tahun 1870 masih dalam bentuk syair, hikayat dan terjemahan novel barat.

Karya Sastra Melayu Lama

  • Robinson Crusoe (terjemahan)
  • Lawan-lawan Merah
  • Mengelilingi Bumi dalam 80 hari (terjemahan)
  • Graaf de Monte Cristo (terjemahan)
  • Kapten Flamberger (terjemahan)
  • Rocambole (terjemahan)
  • Nyai Dasima oleh G. Francis (Indo)
  • Bunga Rampai oleh A.F van Dewall
  • Kisah Perjalanan Nakhoda Bontekoe
  • Kisah Pelayaran ke Pulau Kalimantan
  • Kisah Pelayaran ke Makassar dan lain-lainnya
  • Cerita Siti Aisyah oleh H.F.R Kommer (Indo)
  • Cerita Nyi Paina
  • Cerita Nyai Sarikem
  • Cerita Nyonya Kong Hong Nio
  • Nona Leonie
  • Warna Sari Melayu oleh Kat S.J
  • Cerita Si Conat oleh F.D.J. Pangemanan
  • Cerita Rossina
  • Nyai Isah oleh F. Wiggers
  • Drama Raden Bei Surioretno
  • Syair Java Bank Dirampok
  • Lo Fen Kui oleh Gouw Peng Liang
  • Cerita Oey See oleh Thio Tjin Boen
  • Tambahsia
  • Busono oleh R.M.Tirto Adhi Soerjo
  • Nyai Permana
  • Hikayat Siti Mariah oleh Hadji Moekti (indo)
  • dan masih ada sekitar 3000 judul karya sastra Melayu-Lama lainnya

Angkatan Balai Pustaka

Angkatan Balai Pusataka merupakan karya sastra di Indonesia yang terbit sejak tahun 1920, yang dikeluarkan oleh penerbit Balai Pustaka. Prosa (roman, novel, cerita pendek dan drama) dan puisi mulai menggantikan kedudukan syair, pantun, gurindam dan hikayat dalam khazanah sastra di Indonesia pada masa ini. Balai Pustaka didirikan pada masa itu untuk mencegah pengaruh buruk dari bacaan cabul dan liar yang dihasilkan oleh sastra Melayu Rendah yang banyak menyoroti kehidupan pernyaian (cabul) dan dianggap memiliki misi politis (liar). Balai Pustaka menerbitkan karya dalam tiga bahasa yaitu bahasa Melayu-Tinggi, bahasa Jawa dan bahasa Sunda; dan dalam jumlah terbatas dalam bahasa Bali, bahasa Batak, dan bahasa Madura.
Nur Sutan Iskandar dapat disebut sebagai "Raja Angkatan Balai Pustaka" oleh sebab banyak karya tulisnya pada masa tersebut. Apabila dilihat daerah asal kelahiran para pengarang, dapatlah dikatakan bahwa novel-novel Indonesia yang terbit pada angkatan ini adalah "novel Sumatera", dengan Minangkabau sebagai titik pusatnya.[2]
Pada masa ini, novel Siti Nurbaya dan Salah Asuhan menjadi karya yang cukup penting. Keduanya menampilkan kritik tajam terhadap adat-istiadat dan tradisi kolot yang membelenggu. Dalam perkembangannya, tema-teman inilah yang banyak diikuti oleh penulis-penulis lainnya pada masa itu
Abdul Muis sastrawan Indonesia Angkatan Balai Pustaka

Penulis dan Karya Sastra Angkatan Balai Pustaka:
·         Azab dan Sengsara (1920)
·         Binasa kerna Gadis Priangan (1931)
·         Cinta dan Hawa Nafsu
·         Siti Nurbaya (1922)
·         La Hami (1924)
·         Anak dan Kemenakan (1956)
·         Tanah Air (1922)
·         Indonesia, Tumpah Darahku (1928)
·         Ken Arok dan Ken Dedes (1934)
·         Apa Dayaku karena Aku Seorang Perempuan (1923)
·         Cinta yang Membawa Maut (1926)
·         Salah Pilih (1928)
·         Karena Mentua (1932)
·         Tuba Dibalas dengan Susu (1933)
·         Hulubalang Raja (1934)
·         Katak Hendak Menjadi Lembu (1935)
·         Tak Disangka (1923)
·         Sengsara Membawa Nikmat (1928)
·         Tak Membalas Guna (1932)
·         Memutuskan Pertalian (1932)
·         Darah Muda (1927)
·         Asmara Jaya (1928)
·         Pertemuan (1927)
·         Salah Asuhan (1928)
·         Pertemuan Djodoh (1933)
·         Menebus Dosa (1932)
·         Si Cebol Rindukan Bulan (1934)
·         Sampaikan Salamku Kepadanya (1935)

Pujangga Baru

Pujangga Baru muncul sebagai reaksi atas banyaknya sensor yang dilakukan oleh Balai Pustaka terhadap karya tulis sastrawan pada masa tersebut, terutama terhadap karya sastra yang menyangkut rasa nasionalisme dan kesadaran kebangsaan. Sastra Pujangga Baru adalah sastra intelektual, nasionalistik dan elitis. Pada masa itu, terbit pula majalah Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisjahbana, beserta Amir Hamzah dan Armijn Pane. Karya sastra di Indonesia setelah zaman Balai Pustaka (tahun 1930 - 1942), dipelopori oleh Sutan Takdir Alisyahbana. Karyanya Layar Terkembang, menjadi salah satu novel yang sering diulas oleh para kritikus sastra Indonesia. Selain Layar Terkembang, pada periode ini novel Tenggelamnya Kapal van der Wijck dan Kalau Tak Untung menjadi karya penting sebelum perang.
Masa ini ada dua kelompok sastrawan Pujangga baru yaitu :
  1. Kelompok "Seni untuk Seni" yang dimotori oleh Sanusi Pane dan Tengku Amir Hamzah
  2. Kelompok "Seni untuk Pembangunan Masyarakat" yang dimotori oleh Sutan Takdir Alisjahbana, Armijn Pane dan Rustam Effendi.
Sutan Takdir Alisjahbana pelopor Pujangga Baru






Penulis dan Karya Sastra Pujangga Baru


Angkatan 1945

Pengalaman hidup dan gejolak sosial-politik-budaya telah mewarnai karya sastrawan Angkatan '45. Karya sastra angkatan ini lebih realistik dibanding karya Angkatan Pujangga baru yang romantik-idealistik. Karya-karya sastra pada angkatan ini banyak bercerita tentang perjuangan merebut kemerdekaan seperti halnya puisi-puisi Chairil Anwar. Sastrawan angkatan '45 memiliki konsep seni yang diberi judul "Surat Kepercayaan Gelanggang". Konsep ini menyatakan bahwa para sastrawan angkatan '45 ingin bebas berkarya sesuai alam kemerdekaan dan hati nurani. Selain Tiga Manguak Takdir, pada periode ini cerpen Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma dan Atheis dianggap sebagai karya pembaharuan prosa Indonesia.
Chairil Anwar pelopor Angkatan 1945

Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1945

Angkatan 1950 - 1960-an

Angkatan 50-an ditandai dengan terbitnya majalah sastra Kisah asuhan H.B. Jassin. Ciri angkatan ini adalah karya sastra yang didominasi dengan cerita pendek dan kumpulan puisi. Majalah tersebut bertahan sampai tahun 1956 dan diteruskan dengan majalah sastra lainnya, Sastra. Pada angkatan ini muncul gerakan komunis dikalangan sastrawan, yang bergabung dalam Lembaga Kebudajaan Rakjat (Lekra) yang berkonsep sastra realisme-sosialis. Timbullah perpecahan dan polemik yang berkepanjangan di antara kalangan sastrawan di Indonesia pada awal tahun 1960; menyebabkan mandegnya perkembangan sastra karena masuk kedalam politik praktis dan berakhir pada tahun 1965 dengan pecahnya G30S di Indonesia.
 Pramoedya Ananta Toer novelis generasi 1950-1960

Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1950 - 1960-an

Angkatan 1966 - 1970-an

Angkatan ini ditandai dengan terbitnya Horison (majalah sastra) pimpinan Mochtar Lubis.[3] Semangat avant-garde sangat menonjol pada angkatan ini. Banyak karya sastra pada angkatan ini yang sangat beragam dalam aliran sastra dengan munculnya karya sastra beraliran surealistik, arus kesadaran, arketip, dan absurd. Penerbit Pustaka Jaya sangat banyak membantu dalam menerbitkan karya-karya sastra pada masa ini. Sastrawan pada angkatan 1950-an yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah Motinggo Busye, Purnawan Tjondronegoro, Djamil Suherman, Bur Rasuanto, Goenawan Mohamad, Sapardi Djoko Damono dan Satyagraha Hoerip Soeprobo dan termasuk paus sastra Indonesia, H.B. Jassin.
 Taufik Ismail sastrawan Angkatan 1966

Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1966

Angkatan 1980 - 1990an

Karya sastra di Indonesia pada kurun waktu setelah tahun 1980, ditandai dengan banyaknya roman percintaan, dengan sastrawan wanita yang menonjol pada masa tersebut yaitu Marga T. Karya sastra Indonesia pada masa angkatan ini tersebar luas diberbagai majalah dan penerbitan umum. Beberapa sastrawan yang dapat mewakili angkatan dekade 1980-an ini antara lain adalah: Remy Sylado, Yudistira Ardinugraha, Noorca Mahendra, Seno Gumira Ajidarma, Pipiet Senja, Kurniawan Junaidi, Ahmad Fahrawie, Micky Hidayat, Arifin Noor Hasby, Tarman Effendi Tarsyad, Noor Aini Cahya Khairani, dan Tajuddin Noor Ganie.
Nh. Dini (Nurhayati Dini) adalah sastrawan wanita Indonesia lain yang menonjol pada dekade 1980-an dengan beberapa karyanya antara lain: Pada Sebuah Kapal, Namaku Hiroko, La Barka, Pertemuan Dua Hati, dan Hati Yang Damai. Salah satu ciri khas yang menonjol pada novel-novel yang ditulisnya adalah kuatnya pengaruh dari budaya barat, di mana tokoh utama biasanya mempunyai konflik dengan pemikiran timur. Mira W dan Marga T adalah dua sastrawan wanita Indonesia yang menonjol dengan fiksi romantis yang menjadi ciri-ciri novel mereka. Pada umumnya, tokoh utama dalam novel mereka adalah wanita. Bertolak belakang dengan novel-novel Balai Pustaka yang masih dipengaruhi oleh sastra Eropa abad ke-19 dimana tokoh utama selalu dimatikan untuk menonjolkan rasa romantisme dan idealisme, karya-karya pada era 1980-an biasanya selalu mengalahkan peran antagonisnya.
Namun yang tak boleh dilupakan, pada era 1980-an ini juga tumbuh sastra yang beraliran pop, yaitu lahirnya sejumlah novel populer yang dipelopori oleh Hilman Hariwijaya dengan serial Lupusnya. Justru dari kemasan yang ngepop inilah diyakini tumbuh generasi gemar baca yang kemudian tertarik membaca karya-karya yang lebih berat. Ada nama-nama terkenal muncul dari komunitas Wanita Penulis Indonesia yang dikomandani Titie Said, antara lain: La Rose, Lastri Fardhani, Diah Hadaning, Yvonne de Fretes, dan Oka Rusmini.
  Hilman Hariwijaya penulis cerita remaja pada dekade 1980 dan 1990
Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1980 - 1990an

Angkatan Reformasi

Seiring terjadinya pergeseran kekuasaan politik dari tangan Soeharto ke BJ Habibie lalu KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Sukarnoputri, muncul wacana tentang "Sastrawan Angkatan Reformasi". Munculnya angkatan ini ditandai dengan maraknya karya-karya sastra, puisi, cerpen, maupun novel, yang bertema sosial-politik, khususnya seputar reformasi. Di rubrik sastra harian Republika misalnya, selama berbulan-bulan dibuka rubrik sajak-sajak peduli bangsa atau sajak-sajak reformasi. Berbagai pentas pembacaan sajak dan penerbitan buku antologi puisi juga didominasi sajak-sajak bertema sosial-politik.
Sastrawan Angkatan Reformasi merefleksikan keadaan sosial dan politik yang terjadi pada akhir tahun 1990-an, seiring dengan jatuhnya Orde Baru. Proses reformasi politik yang dimulai pada tahun 1998 banyak melatarbelakangi kelahiran karya-karya sastra -- puisi, cerpen, dan novel -- pada saat itu. Bahkan, penyair-penyair yang semula jauh dari tema-tema sosial politik, seperti Sutardji Calzoum Bachri, Ahmadun Yosi Herfanda, Acep Zamzam Noer, dan Hartono Benny Hidayat dengan media online: duniasastra(dot)com -nya, juga ikut meramaikan suasana dengan sajak-sajak sosial-politik mereka.

Penulis dan Karya Sastra Angkatan Reformasi

Angkatan 2000-an

Setelah wacana tentang lahirnya sastrawan Angkatan Reformasi muncul, namun tidak berhasil dikukuhkan karena tidak memiliki juru bicara, Korrie Layun Rampan pada tahun 2002 melempar wacana tentang lahirnya "Sastrawan Angkatan 2000". Sebuah buku tebal tentang Angkatan 2000 yang disusunnya diterbitkan oleh Gramedia, Jakarta pada tahun 2002. Seratus lebih penyair, cerpenis, novelis, eseis, dan kritikus sastra dimasukkan Korrie ke dalam Angkatan 2000, termasuk mereka yang sudah mulai menulis sejak 1980-an, seperti Afrizal Malna, Ahmadun Yosi Herfanda dan Seno Gumira Ajidarma, serta yang muncul pada akhir 1990-an, seperti Ayu Utami dan Dorothea Rosa Herliany.

Penulis dan Karya Sastra Angkatan 2000

Cybersastra

Era internet memasuki komunitas sastra di Indonesia. Banyak karya sastra Indonesia yang tidak dipublikasi berupa buku namun termaktub di dunia maya (Internet), baik yang dikelola resmi oleh pemerintah, organisasi non-profit, maupun situs pribadi.

Referensi

1.      ^ Ricklefs, M.C. (7 Januari 1991). A History of Modern Indonesia 1200-2004. London: MacMillan. hlm. 117. 
2.      ^ Mahayana, Maman S, Oyon Sofyan (7 Januari 1991). Ringkasan dan Ulasan Novel Indonesia Modern. Jakarta: Grasindo. hlm. 370. 
3.      ^ Yudiono (7 Januari 2007). Pengantar Sejarah Sastra Indonesia. Jakarta: Grasindo. hlm. 167. 

Bendera IndonesiaTopik Indonesia Coat of Arms of Indonesia Garuda Pancasila.svg














Arsitektur · Seni · Film · Masakan · Tari · Mitologi · Pendidikan · Sastra · Media · Musik · Hari penting · Olahraga · Busana daerah · Lagu


Simbol


Lainnya

























Cara Membaca Dengan Baik

Ejaan Baku Dan Ejaan Tidak Baku Dalam Bahasa Indonesia - Pengertian, Referensi Dan Contoh

Dalam kehidupan sehari-hari terkadang tanpa disadari kita menggunakan kata-kata yang salah alias tidak sesuai dengan ejaan dalam Bahasa Indonesia. Salah satu atau dua ejaan kata dalam tulisan kita mungkin sah-sah saja bagi umum, namun tidak halnya bagi dosen atau guru bahasa indonesia. Ejaan yang baku sangat penting untuk dikuasai dan digunakan ketika membuat suatu karya tulis ilmiah.
Sebenarnya apa sih definisi atau pengertian ejaan baku dan ejaan tidak baku? Ejaan baku adalah adalah ejaan yang benar, sedangkan ejaan tidak baku adalah ejaan yang tidak benar atau ejaan salah.
Bagaimana untuk mengetahui bahwa kata pada kalimat yang kita tulis tidak menyalahi aturan ejaan baku dan ejaan tidak baku? Cukup dengan membuka buku kamus bahasa indonesia yang terkenal baik yang dikarang oleh yang baik pula sebagai referensi. Contoh Kamus Besar Bahasa Indonesia karangan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Contoh ejaan baku dan ejaan tidak baku, di mana yang sebelah kiri adalah salah dan yang sebelah kanan adalah betul :
- apotik : apotek
- atlit : atlet
- azas : asas
- azasi : asasi
- bis : bus
- do'a : doa
- duren : durian
- gubug : gubuk
- hadist : hadis
- ijin : izin
- imajinasi : imaginasi
- insyaf : insaf
- jaman : zaman
- kalo : kalau
- karir : karier
- kongkrit : konkret
- nomer : nomor
- obyek : objek
- ramadhan : ramadan
- rame : ramai
- rapor : rapot
- sentausa : sentosa
- trotoar : trotoir
Ekstra ilmu pengetahuan ejaan yang disempurnakan / eyd :
- kreatifitas : kreativitas
- kreativ : kreatif
- aktifitas : aktivitas
- aktiv : aktif
- sportifitas : sportivitas
- sportiv : sportif
- produktifitas : produktivitas
- produktiv : produktif

Ciri Bahasa Indonesia Baku

Ketika saya melakukan pencarian dengan kata kunci ‘ciri bahasa Indonesia baku’, alhasil ada 475,000 halaman dari yang memuat kata kunci tersebut. Kendati tidak banyak yang menjelaskan secara detail perihal kata ‘baku’ itu sendiri, saya pun lebih memilih tautan, yang saya anggap bisa dipercaya seperti Wikipedia – Bahasa Indonesia, Laman Pusat Bahasa, Blog Bahtera – Beberapa ciri Bahasa Indonesia Baku, dan Wikipedia – Pedoman ejaan dan penulisan kata.
Menurut buku Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X, bahasa baku adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Pedoman yang digunakan adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), Pedoman Pembentukan Istilah, dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Sedangkan bahasa yang tidak mengikuti kaidah-kaidah bahasa Indonesia disebut bahasa tidak baku.
Adapun fungsi bahasa baku ialah sebagai pemersatu, pemberi kekhasan, pembawa kewibawaan, dan kerangka acuan.
Ciri-ciri ragam bahasa baku, yaitu, sebagai berikut:
  1. Digunakan dalam situasi formal, wacana teknis, dan forum-forum resmi seperti seminar atau rapat.
  2. Memiliki kemantapan dinamis artinya kaidah dan aturannya tetap dan tidak dapat berubah.
  3. Bersifat kecendekiaan, artinya wujud dalam kalimat, paragraf, dan satuan bahasa yang lain mengungkapkan penalaran yang teratur.
  4. Memiliki keseragaman kaidah, artinya kebakuan bahasa bukan penyamaan ragam bahasa, melainkan kesamaan kaidah.
  5. Dari segi pelafalan, tidak memperlihatkan unsur kedaerahan atau asing.
  6.  

LAFAL BAHASA INDONESIA BAKU

Mengingat ragam bahasa baku itu digunakan untuk keperluan berbagai bidang kehidupan yang penting, seperti penyelenggaraan negara dan pemerintahan, penyusunan undang-undang, persidangan di pengadilan, persidangan di DPR dan MPR, penyiaran berita melalui media elektronik dan media cetak, pidato di depan umum, dan, tentu saja, penyelenggaraan pendidikan, maka ragam bahasa baku cenderung dikaitkan dengan situasi pemakaian yang resmi. Dengan kata lain, persoalan lafal yang menjadi persoalan pokok makalah ini tidak berkaitan langsung dengan perbedaan ragam bahasa Indonesia lisan dan ragam bahasa Indonesia tulisan. Lafal bahasa Indonesia yang dipersoalkan dalam makalah ini adalah lafal (baku) yang dianggap baik untuk digunakan ketika berbahasa Indonesia baku dengan memakai bunyi sebagai sarananya baik dengan cara berbicara maupun dengan cara membaca. Pada umumnya aspek-aspek bunyi dan tekanan yang memperbedakan ragam bahasa baku (ragam bahasa kaum terpelajar) dengan ragam bahasa tak-baku (ragam bahasa kaum tak-terpelajar) bersumber pada perbedaan sistem bunyi bahasa Indonesia dengan bahasa ibu para penutur yang cenderung menghasilkan ragam regional bahasa Indonesia yang lazim disebut logat atau aksen. Sejalan dengan itu, Abercrombie (1956) menulis bahwa ragam bahasa baku adalah ragam bahasa yang paling sedikit memperlihatkan ciri kedaerahan. Walaupun tidak ada catatan yang menyebutkan secara eksplisit ragam bahasa Melayu mana yang dinobatkan sebagai bahasa Indonesia itu, dapat dipastikan bahwa bukan ragam bahasa Melayu pasar. Ragam bahasa Melayu yang dinobatkan sebagai bahasa persatuan melalui Sumpah Pemuda itu tentulah ragam bahasa Melayu Tinggi karena ragam inilah yang diajarkan di sekolah-sekolah, terutama sekolah-sekolah kebangsaan. Bersamaan dengan pengikraran ragam bahasa Melayu Tinggi sebagai bahasa Indonesia, Sumpah Pemuda itu juga secara serta-merta menobatkan lafal bahasa Melayu Tinggi sebagai lafal baku.
Untuk menghindari tekanan-tekanan psikologis yang bisa diakibatkan ketidakmampuan menguasai ragam bahasa baku itu, maka murid dapat pula menuntut hak bahasa lainnya, yaitu untuk belajar di dalam dialeknya sendiri sebagaimana disuarakan oleh UNESCO belakangan ini walaupun konsekuensinya jauh lebih tidak menguntungkan dilihat dari kepentingan bangsa. Upaya Pembakuan Lafal Bahasa Indonesia Adanya ragam baku, termasuk lafal baku, untuk bahasa Indonesia merupakan tuntutan Sumpah Pemuda dan UUD 1945. Pengikraran bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan dengan nama bahasa Indonesia menuntut setiap orang Indonesia untuk bisa berkomunikasi satu sama lain baik secara lisan maupun secara tertulis dalam bahasa persatuan. Penetapan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara berarti bahwa segala bentuk kegiatan dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara dilakukan dalam bahasa Indonesia. Semua kegiatan komunikasi verbal dalam bahasa Indonesia itu, secara lisan atau secara tertulis, hanya akan mencapai hasil yang baik jika ada semacam rujukan yang dimiliki bersama--dalam hal ini ragam baku bahasa Indonesia. Bagi Indonesia yang penduduknya menggunakan ratusan bahasa daerah dan tersebar di ribuan kepulauan, kehadiran suatu bahasa baku, termasuk lafal baku bukan hanya perlu tetapi suatu keharusan. Upaya untuk menentang pembakuan bahasa Indonesia sama artinya mengkhianati Sumpah Pemuda yang telah mengikrarkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.


Bahasa Baku

Bahasa baku atau bahasa standar adalah ragam bahasa yang diterima untuk dipakai dalam situasi resmi, seperti dalam perundang-undangan, surat-menyurat, dan rapat resmi. Bahasa baku terutama digunakan sebagai bahasa persatuan dalam masyarakat bahasa yang mempunyai banyak bahasa. Bahasa baku umumnya ditegakkan melalui kamus (ejaan dan kosakata), tata bahasa, pelafalan, lembaga bahasa, status hukum, serta penggunaan di masyarakat (pemerintah, sekolah, dll).
Bahasa baku tidak dapat dipakai untuk segala keperluan, tetapi hanya untuk komunikasi resmi, wacana teknis, pembicaraan di depan umum, dan pembicaraan dengan orang yang dihormati. Di luar keempat penggunaan itu, dipakai ragam takbaku.[1]




Beberapa Ciri Bahasa Indonesia Baku

Karena wilayah pemakaiannya yang amat luas dan penuturnya yang beragam, bahasa Indonesia pun mempunyai banyak ragam. Berbagai ragam bahasa itu tetap disebut sebagai bahasa Indonesia karena semua ragam tersebut memiliki beberapa kesamaan ciri. Ciri dan kaidah tata bunyi, pembentukan kata, dan tata makna pada umumnya sama. Itulah sebabnya kita dapat saling memahami orang lain yang berbahasa Indonesia dengan ragam berbeda walaupun kita melihat ada perbedaan perwujudan bahasa Indonesianya.
Di samping ragam yang berdasar wilayah penuturnya, ada beberapa ragam lain dengan dasar yang berbeda, dengan demikian kita mengenal bermacam ragam bahasa Indonesia (ragam formal, tulis, lisan, bidang, dan sebagainya); selain itu ada pula ragam bidang yang lazim disebut sebagai laras bahasa. Yang menjadi pusat perhatian kita dalam menulis di media masa adalah “bahasa Indonesia ragam baku”, atau disingkat “bahasa Indonesia baku”. Namun demikian, tidaklah sederhana memerikan apa yang disebut “ragam baku”.
Bahasa Indonesia ragam baku dapat dikenali dari beberapa sifatnya. Seperti halnya dengan bahasa-bahasa lain di dunia, bahasa Indonesia menggunakan bahasa orang yang berpendidikan sebagai tolok ukurnya. Ragam ini digunakan sebagai tolok ukur karena kaidah-kaidahnya paling lengkap diperikan.
Pengembangan ragam bahasa baku memiliki tiga ciri atau arah, yaitu:
  1. Memiliki kemantapan dinamis yang berupa kaidah dan aturan yang tetap. Di sini, baku atau standar berarti tidak dapat berubah setiap saat.
  2. Bersifat kecendikiaan. Sifat ini diwujudkan dalam paragraf, kalimat, dan satuan-satuan bahasa lain yang mengungkapkan penalaran dan pemikiran yang teratur, logis dan masuk akal
  3. Keseragaman. Di sini istilah “baku” dimaknai sebagai memiliki kaidah yang seragam. Proses penyeragam bertujuan menyeragamkan kaidah, bukan menyeragamkan ragam bahasa, laras bahasa, atau variasi bahasa.
Pemerintah, melalui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Depdiknas) menghimpun ciri-ciri kaidah bahasa Indonesia baku dalam buku  berjudul Tata Bahasa Baku bahasa Indonesia, di samping Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Dalam kedua naskah tersebut terdapat banyak kaidah yang merupakan pewujudan ciri bahasa Indonesia baku.

Mengapa Harus Baku?

Banyak orang kurang menyetujui pemakaian bahasa “baku” karena mereka kurang  memahami makna istilah itu. Mereka mengira bahasa yang baku selalu bersifat kaku, tidak lazim digunakan sehari-hari, atau bahasa yang hanya terdapat di buku. Mereka berpendirian bahwa kita cukup menggunakan bahasa yang komunikatif, maksudnya mudah dipahami. Mereka beranggapan bahwa penggunaan ragam baku mengakibatkan bahasa yang kurang komunikatif dan sulit dipahami.  Pemahaman semacam ini harus diluruskan. Keterpautan bahasa baku dengan materi di media massa ialah bahwa ragam ini yang paling tepat digunakan supaya bahasa Indonesia berkembang dan dapat menjadi bahasa iptek, bahasa sosial, atau pun bahasa pergaulan yang moderen. Bahasa yang baku tidak akan menimbulkan ketaksaan pada pemahaman pembacanya. Ragam bahasa baku akan menuntun pembacanya ke arah cara berpikir yang bernalar, jernih, dan masuk akal.
Bahasa Inggris, dan bahasa-bahasa lain di Eropa, bisa menjadi bahasa dunia dan bahasa komunikasi dalam ilmu pengetahuan karena tingginya sifat kebakuan bahasa-bahasa tersebut.
Di samping itu, bahasa baku dapat menuntun baik pembaca maupun penulisnya ke arah penggunaan bahasa yang efisien dan efektif. Bahasa yg efisien ialah bahasa yg mengikuti kaidah yang dibakukan atau yang dianggap baku dengan mempertimbangkan  kehematan kata dan ungkapan.  Bahasa yang efektif ialah bahasa yang mencapai sasaran yang dimaksudkan  (Moeliono, 2002).
Ada beberapa ciri yang dapat digunakan untuk mempertimbangkan kebakuan kalimat, antara lain:
  1. Pelesapan imbuhan, misalnya “Kita harus hati-hati dalam menentukan sample penelitian ini” (seharusnya “berhati-hati”).
  2. Pemborosan kata yang menyebabkan kerancuan atau bahkan kesalahan struktur kalimat, misalnya “Dalam rapat pimpinan kemarin memutuskan susunan pengurus baru” (kata dalam dapat dibuang).
  3. Penggunaan kata yang tidak baku, termasuk penggunaan kosakata bahasa daerah yang belum dibakukan. Contoh, “Percobaan yang dilakukan cuma menemukan sedikit temuan” (Cuma diganti hanya).
  4. Penggunaan kata hubung yang tidak tepat, termasuk konjungsi ganda, misalnya ”Meskipun beberapa ruang sedang diperbaiki, tetapi kegiatan sekolah berjalan terus.” (konjungsi tetapi sebaiknya dihilangkan karena sudah ada konjungsi  meskipun).
  5. Kesalahan ejaan, termasuk penggunaan tanda baca.
  6. Pelesapan salah satu unsur kalimat, misalnya ”Setelah dibahas secara mendalam, peserta rapat menerima usul tersebut” (subjek anak kalimat ‘usul tersebut’ tidak boleh dilesapkan).
Buku Sabarianto (2001) dalam daftar pustaka di bawah memuat beberapa contoh tentang penggunaan bahasa Indonesia baku.


Bahasa Indonesia baku, baik, dan benar: 3 sendi gaya bahasa

By Jarar Siahaan On 13/08/2011
Klik +1 jika anda memakai Gmail atau Google Plus. Tambahkan JararSiahaan.com/+ ke dalam Lingkaran anda untuk mengikuti pos-posku.
Tips menulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Menguasai ilmu tata-bahasa Indonesia yang baku tidaklah cukup. Pakar bahasa Gorys Keraf pernah menulis dalam bukunya, ada tiga sendi gaya bahasa yang baik: kejujuran, sopan santun, dan menarik. Ketiga hal ini justru sering dilupakan pengguna bahasa Indonesia, baik dalam bahasa lisan maupun karya tulis.
Di bawah ini saya kutipkan dari tulisan Dr. Gorys Keraf yang semasa hidupnya bekerja sebagai dosen di Universitas Indonesia.
Syarat-syarat manakah yang diperlukan untuk membedakan suatu gaya bahasa Indonesia yang baik dari gaya bahasa yang buruk? Sebuah gaya bahasa yang baik harus mengandung tiga unsur: kejujuran, sopan-santun, dan menarik.
1. Bahasa Indonesia yang baik dan benar: kejujuran dalam berbahasa.
Hidup manusia hanya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain kalau hidup itu dilandaskan pada sendi-sendi kejujuran. Kejujuran adalah pengorbanan, karena terkadang kita harus melaksanakan sesuatu yang tidak menyenangkan diri kita sendiri.
Kejujuran dalam bahasa berarti: kita mengikuti aturan-aturan, kaidah-kaidah yang baik dan benar dalam berbahasa.
Pemakaian kata-kata yang kabur dan tidak terarah, serta penggunaan kalimat yang berbelit-belit, adalah jalan untuk mengundang ketidakjujuran.
Pembicara atau penulis tidak menyampaikan isi pikirannya secara terus terang; ia seolah-olah menyembunyikan pikirannya itu di balik rangkaian kata-kata yang kabur dan kalimat yang berbelit-belit tak menentu. Ia mengelabui pendengar atau pembaca dengan mempergunakan kata-kata yang kabur dan “hebat” hanya agar bisa tampak lebih intelek.
Di pihak lain, pemakaian bahasa Indonesia yang berbelit-belit menandakan bahwa pembicara atau penulis tidak tahu apa yang dikatakannya. Ia mencoba menyembunyikan kekurangannya di balik berondongan kata-kata hampa.
Bahasa adalah alat untuk kita bertemu dan bergaul. Sebab itu, ia harus digunakan pula secara tepat dengan memperhatikan sendi kejujuran.
2. Bahasa Indonesia yang baku (sendi gaya bahasa: sopan-santun)
Yang dimaksud dengan sopan-santun adalah memberi penghargaan atau menghormati orang yang diajak bicara. Rasa hormat di sini tidak berarti memberikan penghormatan melalui kata-kata, atau mempergunakan kata-kata yang manis, atau berbasa-basi. Bukan itu!
Rasa hormat dalam gaya bahasa dimanifestasikan melalui kejelasan dan kesingkatan.
Mengatakan atau menulis sesuatu secara jelas berarti tidak membuat pembaca memeras keringat untuk mencari tahu apa yang ditulis.
Kesingkatan sering jauh lebih efektif daripada jalinan kalimat yang berliku-liku. Kesingkatan dapat dicapai melalui usaha untuk mempergunakan kata-kata secara efisien, menghindari tautologi dan repetisi.
3. Bahasa Indonesia yang baik dan benar: menarik — baku tidak berarti harus kaku.
Kejujuran, kejelasan, dan kesingkatan harus merupakan langkah dasar dan langkah awal. Bila gaya bahasa hanya mengandalkan ketiga hal tersebut, maka bahasa yang digunakan masih terasa tawar, tidak menarik. Karena itu, sebuah gaya bahasa harus pula menarik.
Menulis dalam gaya bahasa Indonesia yang menarik dapat diukur melalui beberapa komponen:
  • variasi
  • humor yang sehat
  • pengertian yang baik
  • tenaga hidup atau vitalitas
  • penuh daya khayal atau imajinasi.
Untuk itu, seorang penulis yang baik harus memiliki kekayaan dalam kosa kata, kemauan mengubah panjang-pendeknya kalimat, dan struktur-struktur morfologis.
Artikel mengenai tiga sendi gaya-bahasa baku menurut bahasa Indonesia yang baik dan benar saya kutip dari buku karya pakar bahasa Indonesia, Gorys Keraf, berjudul Diksi dan Gaya Bahasa.







Memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif


Memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif 
3.1 Menemukan perbedaan paragraf induktif dan deduktif melalui kegiatan membaca intensif 
3.2 Membacakan berita dengan intonasi, lafal, dan sikap membaca yang baik
MATERI :Paragraf yang berpola deduktif dan induktif 
Kalimat Utama
Kalimat Penjelas
Kalimat Kesimpulan
Ciri-Ciri dan Perbedaan Paragraf Induktif dan Deduktif 

Paragraf  Berdasarkan Letak Kalimatnya
Berdasarkan letak kalimat utamanya, paragraf dibedakan menjadi dua yaitu deduktif dan induktif 
Paragraf deduktif 
  mempunyai kalimat utama pada awal sedangkan paragraf induktif mempunyai kalimat utama pada akhir 
Kalimat utama selalu ada bersama dengan kesimpulan. Secara eksplisit, kesimpulan dilengkapi dengan kata penghubung:
Jadi dengan demikian, sehingga, oleh karena itu,akhirnya dan sebagainya. Ada kalanya sebuah kesimpulan tidak menggunakan kata penghubung tersebut, namun tetap menunjukkan bahwa kalimat tersebut adalah kesimpulan.
Kita juga pernah menemukan paragraf yang kalimat utamanya tertulis dua kali, yaitu pada awal dan akhir . Paragraf jenis ini disebut paragraf deduktif-induktif

  Contoh Paragraf Induktif
 Peremajaan (recoveri) pohon durian semula dilakukan dengan teknik satu pohon. Satu cabang di ujungbatang disisakan untuk tempat tumbuh tunas baru. Ternyata hal ini mempunyai banyak kekurangan.Selain mudah tumbang juga lama berbuah. Setelah mencoba teknik tiga batang diperoleh basil bahwapohon lebih kokoh, cepat berbuah, banyak tunas, dan buahnya banyak. Sehingga teknik peremajaan tigapohon atau menara kaki tiga menjadi pilihan terbaik saat ini.
Contoh Paragraf Deduktif
 Brokoli termasuk sayuran dengan kandungan antioksidan tinggi sehingga cara memasaknya harus benar.Usahakan agar teksturnya matang tapi jangan sampai mengurangi atau menghabiskan kandungangizinya. Sayuran ini lebih tepat dimasak jenis rebus setengah matang sebelum dikonsumsi. Segeratiriskan dan siram dengan air dingin agar tetap berwarna cantik dan bentuknya tidak hancur. Caramemotong brokoli juga harus benar yaitu mengikuti tangkainya Selain mempengaruhi kesegaran,tangkai brokoli juga berfungsi sebagai hiasan untuk menambah selera makan.



SK: Memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca memindai



KD: 1. Membedakan antara fakta dan opini dalam teks iklan, surat kabar, melalui kegiatan membaca intensif
2. Menemukan informasi yang di perlukan secara cepat dan tepat dan indeks buku melalui kegiatan membaca memindai

CARA MEMBEDAKAN FAKTA DAN OPINI

Membedakan Fakta dan Pendapat


Fakta (bahasa Latin: factus) dalam istilah keilmuan merupakan suatu hasil observasi yang obyektif dan dapat verifikasi. Fakta adalah pengamatan yang telah diverifikasi secara empiris. Fakta dalam prosesnya kadangkala dapat menjadi sebuah ilmu.
Contohnya, fakta bahwa bumi ini bulat. Ketika seseorang mengelilingi bumi dengan berjalan ke arah timur atau ke arah barat, pada akhirnya ia akan kembali ke titik awal. Fakta ini bukan berdasarkan sudut pandang pribadi, atau pendirian dari kelompok tertentu saja. Karena riset telah membuktikan dan memang telah terbukti 100% (diverifikasi) bahwa bumi ini bulat. Fakta inipun menjadi sebuah teori dalam ilmu pengetahuan.

Opini adalah pendapat, pikiran, pendirian, pandangan, perspektif dan tanggapan mengenai suatu kejadian, keadaan, dan desas-desus tentang sesuatu hal.
Contohnya, banyak orang berpendapat bahwa perempuan merokok adalah perempuan yg ga benar. Padahal belum tentu begitu. Nyatanya banyak perempuan perokok yg merupakan orang baik2. Jadi pendapat ini hanyalah berdasarkan sudut pandang pribadi / sekelompok orang saja. Tidak ada yg dapat memverifikasi (menjamin/mensahihkan) bahwa pendapat ini 100% benar adanya.
Namun perlu kita ketahui bahwa ada opini yang memang berdasarkan fakta. Contohnya, fakta (hasil riset) menunjukkan bahwa rokok mengandung racun yang membahayakan kesehatan. Ini sudah diverifikasi secara empiris, bahkan oleh WHO. Dari fakta inilah kemudian muncul opini bahwa merokok itu adalah hal yg tidak baik


cara menentukan gagasan utama suatu paragraf

Artikel dan berita tentang cara menentukan gagasan utama suatu paragraf mungkin telah berada pada daftar posting yang telah dipublis pada situs ini, namun mungkin anda belum menuliskan kata kunci yang tepat, bila belum menemukan yang sesuai dengan cara menentukan gagasan utama suatu paragraf, Anda dapat melakukan pencarian dengan kata kunci yang lain, pada search di situs kafeilmu ini, atau dengan melihat daftar post berikut ini yang mungkin mempunyai materi yang diinginkan. Serta kami sertakan pula beberapa situs lain yang membahas cara menentukan gagasan utama suatu paragraf. Anda juga bisa request untuk memuat artikel tentang cara menentukan gagasan utama suatu paragraf pada kolom komentar. Bahkan anda dapat juga dapat mengirimkan artikel Anda ke email kami, mykafes@gmail.com.


Mencari Gagasan Utama dan Menyimak Berita

Memahami Gagasan Utama:Setiap membaca apa saja,kita bertujuan mendapatkan informasi dan atau pesan tertentu dalam pesan yang banyak,oleh karena itu kita perlu mencari gagasan utama:

·        Gagasan utama buku:dijabarkan bab demi  bab
·        Gagasan utama tiap bab:dijabarkan ke dalam subbab-subbab
·        Gagasan utama tiap subbabdijabarkan ke dalam pararaf
·        Gagasan utama paragraf:dijabarkan ke dalam kalimat
·        Setiap kalimat:memiliki satu gagasan utama

Setiap paragraf memiliki satu gagasan utama yang dijabarkan ke dalam beberapa kalimat.Pada Umumya,kalimat utama/topik diawal paragraf atau di akhir paragraf.

Kebahasaan:struktur kalimat
Gagasan utama sangat penting dicari untuk memudahkan kita dalam menyerap suatu informasi dalam suatu pesan/cerita/


KD : Menentukan kalimat kesimpulan (Ide pokok) dari berbagai pola paragraf induksi, deduksi dengan membaca Intensif

Posted on by atmanandha
Ide Pokok
Menentukan kalimat kesimpulan (ide pokok) dari berbagai pola paragraf (induksi, deduksi) dengan membaca intensif.
Pengertian
Ide pokok dalam paragraf deduksi – induksi adalah gagasan atau pikiran utama yang menjadi sentral dan merupakan bagian yang integral dalam ide suatu paragraf deduksi dan induksi.
Ciri-ciri
• Deduksi
1. Letak kalimat utama di awal paragraf atau paragraf kedua
2. Diawali dengan pernyataan umum disusun dengan uraian atau penjelasan khusus.
• Induksi
1. Letak kalimat utama di akhir paragraf
2. Diawali dengan uraian/penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum.
Fungsi
• Sebagai penampung dari sebagian kecil jalan pikiran atau ide pokok keseluruhan paragraf deduksi-induksi
• Memudahkan pemahaman jalan pikiran atau ide pokok pengarang
• Mengarahkan pembaca dalam mengikuti alur pikiran pengarang
• Sebagai alat penyampai fragmen pikiran
• Penanda pikiran baku mulai berlangsung
Jenis-jenis paragraf Induksi
• Generalisasi
• Analogi
• Sebab-akibat
Contoh
• Paragraf Deduktif
Angka pengangguran di Indonesia terus bertambah. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini. Kesempatan kerja yang kecil terasa timpang dengan banyaknya tenaga kerja aktif yang tidak tersalurkan. Banyak sarjana yang menganggur setelah lulus dari bangku kuliah. Belum lagi tenaga kerja di bawah level tersebut yang terus membengkak. Hal ini masih dipengaruhi dengan banyaknya karyawan yang di-PHK karena perusahaan “goyang” akibat krisis moneter.
• Paragraf Induktif
Banyak penjual kerudung di jalan keluar pabrik. Di sisi-sisi penjual itu juga nampak penjual kurma dan buah lainnya. Belum lagi penjual pakaian yang memanjang hingga ujung jalan. Kerumunan pedagang tersebut makin membuat lalu lintas padat. Terlebih ketika para pekerja pulang dari pabrik, tetapi hal itu dapat dimaklumi. Memang setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri banyak orang menjadi pedagang karena keuntungannya yang besar.
Soal
ganda
1. Pola umum paragraf deduktif adalah…
a. umum-khusus-umum
b. khusus-umum-khusus
c. umum-khusus-khusus
d. khusus-umum-umum
e. khusus-khusus-umum
2. Perbedaan pokok antara pola pikir deduksi dan pola pikir induksi adalah…
a. Pola pikir deduksi mengacu pada penalaran khusus-umum sedangkan pola pikir induksi mengacu pada penalaran umum-khusus
b. Deduksi merupakan penalaran dengan kerangka berpikir umum-khusus sedangkan induksi merupakan penalaran dengan kerangka berpikir khusus-umum
c. Keduanya merupakan konsep bernalar yang digunakan untuk menguraikan atau menjelaskan suatu masalah
d. Pola pikir deduksi hanya dapat digunakan untuk menyusun paragrap atau karangan argumentasi
e. Pola pikir deduksi hanya cocok untuk mengembangkan pikiran utama dalam bentuk karangan esai
3. Setiap orang memerlukan pekerjaan karena pekerjaan adalah nafkah atau sumber hidup. Manusia pada hakikatnya tidak sekedar ingin memenuhi kebutuhan dasar, seperti sandang, pangan, atau papan (kebutuhan fisiologis), tetapi jiga kebutuan-kebutuhan yang lain, seperti kebutuhan sosial dan psikologis. Bekerja (memilih pekerjaan) tidak sekedar sebagai sumber nafkah, tetapi secara psikologi, merupakan lambang status seseorang dalam masyarakat. Dengan memiliki pekerjaan, sesorang memiliki harga diri, baik di depan istri, anak-anak, keluarga, maupun di masyarakat.
Menilik penempatan pikiran utamanya, kutipan di atas termasuk paragraf yang dikembangkan dengan pola…
a. deduksi c. kritik e. resensi
b. induksi d. esai
4. Bacalah teks berikut dengan seksama!
Pendidikan kesenian di sekolah, hingga kini, masih belum mendapatkan perhatian khusus. Departemen Pendidikan Nasional yang membidangi, juga kurang memberikan perhatian serius. Sekolah-sekolah yang masih menunggu petunjuk dari Depdiknas menempatkan kesenian bukan sebagai hal mendesak. Akibatnya, pendidikan kesenian di sekolah hanya berjaln sekedarnya.
Kalimat simpulan paragraf tersebut terdapat pada nomor…
a. (1) b. (2) c. (3) d. (4) e. (5)
5. Bacalah teks berikut dengan seksama!
Ada dua tantangan besar yang menghadang bangsa Indonesia di penghujung tahun 2008 dan 2009, yakni bagaimana mengelola dampak krisis ekonomi global dan agenda pemilu dalam negeri tahun 2009. Keduanya menuntut respons dan penanganan yang mungkin saja antisifatip, tetapi juga tegas, cepat, dan fokus. Berdasakan konsensus para panelis pada Diskusi Panel Ahli Ekonomi Kompas, kondisi ekonomi yang kita hadapin ke depan ini sangat serius. Tiga perekonomian negara maju seluruhnya melambat dan secara resmi resesi.
Kalimat utama paragraf di atas terdapat pada kalimat…
a. Pertama b.Kedua c. Ketiga d. Keempat e. Kelima
Essay
1. Bagaimana ciri – ciri paragraf deduktif dan induktif?
2. Berikan contoh paragraf deduktif!
3. Sebutkan pola – pola paragraf induktif beserta pengertiannya!
4. Sebutkan fungsi dari paragraf deduktif-induktif!
5. Di dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun 1952, 62,7 persen orang Amerika yang dapat dipilih benar – benar telah terpilih. Dalam pemilihan tahun 1956, persentase adalah 60,4 persen. Pada tahun 1960 adalah 63,8 persen.
Dari penyajian statistik tersebut, ternyata cukup besar golongan amerika yang berhak memilih tidak menggunakan hak pilihnya dengan sungguh – sungguh.
Sumber: Suara Karya, 8 Desember 2006
Tentukan ide pokok dari paragraf tersebut!
Jawaban:
Ganda
1. C
2. B
3. A
4. E
5.A
Essay
1.
1. Ciri – ciri:
• 1. Dalam paragraf deduktif, gagasan utamanya berada di awal paragraf. Gagasan utama diletakkan pada kalimat pertama, selanjutnya diikuti oleh kalimat penjelas. Paragraf ini berpola umum – khusus.
• Dalam paragraf induktif, gagasan utamanya berada di akhir paragraf. Gagasan utama diletakkan pada akhir paragraf. Paragraf ini berpola khusus – umum.
2. Contoh paragraf:
“Satu – satunya bidang pembangunan yang tidak mengalami adanya dampak krisis ekonomi adalah pertanian. Hal ini dapat dilihat adanya pertumbuhan yang mengesankan di bidang perkebunan sebanyak 6,5 persen, di bidang kehutanan sebanyak 2,9 persen dan di bidang perikanan sebanyak 6,6 persen. Kontribusi sektor pertanian terhadap produk domestik meningkat dari 18,1 persen menjadi 18,4 persen. Padahal,selama kurun waktu 30 tahun terakhir, pangsa pasar sektor pertanian merosot dari tahun ke tahun.”
3. Pola paragraf induktif:
• Generalisasi yaitu paragraf yang memunculkan pernyataan – pernyataan khusus, kemudian diakhiri dengan pernyataan umum sebagai kesimpulan.
• Analogi yaitu membandingkan 2 hal yang mempunyai persamaan – persamaan sifat kemudian ditarik kesimpulan.
• Pola sebab akibat, pola ini terbagi dalam pola:
o Sebab akibat
o Akibat sebab
o Sebab – akibat1 – akibat2
4. Fungsi:
• Sebagai penampung dari sebagian kecil jalan pikiran atau ide pokok keseluruhan paragraf deduksi-induksi
• Memudahkan pemahaman jalan pikiran atau ide pokok pengarang
• Mengarahkan pembaca dalam mengikuti alur pikiran pengarang
• Sebagai alat penyampai fragmen pikiran
• Penanda pikiran baku mulai berlangsung
5. Ide pokok:
Pemilihan presiden Amerika Serikat.


MENYAMPAIKAN KRITIKAN DAN PUJIAN cara menentukan kritik terhadap isi bacaan

Kompetensi Dasar :
2.1 Mengkritik/ memuji berbagai karya (seni atau produk) dengan bahasa yang lugas dan santun
Indikator :
o Mampu menentukan kekurangan dan keunggulan karya
o Mampu mengkritik dan memuji dengan bahasa yang lugas dan santun

RINGKASAN MATERI
KRITIK
Kritik adalah kecaman atau tanggapan/pembahasan yang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu karya, pendapat, tindakan, atau keadaan. Dari definisi ini tampak bahwa kritik memiliki bagian yang lain yaitu tanggapan dan saran.
Saran adalah pendapat, usul, anjuran yang dikemukakan untuk dipertimbangkan. Saran dikemukakan agar terjadi perbaikan atau peningkatan dari keadaan semula. Saran/kritik harus disertai dengan rasional/alasan yang mendukung untuk meyakinkan kebenaran saran/kritik yang kita berikan. Bukanlah sebuah kritik yang baik apabila kita hanya mengungkapkan kekurangan tanpa memberikan pertimbangan baik dan buruk dan atau saran perbaikan.
TANGGAPAN
 Tanggapan adalah respon seseorang terhadap berbagai kejadian dalam bentuk verbal.ž
 Tanggapan harus (1) sesuai dengan yang ditanggapi, (2) logis atauž masuk akal, (3) realistis (dapat dilakukan sesuai dengan kondisi yang dimiliki)
 Tanggapan dibuat dengan cara (1) menentukanž fokus informasi/ pendapat/ fakta yang akan ditanggapi, (2) menyatakan sikap/ pandangan dalam tanggapan, (3) melengkapi tanggapan dengan bukti yang sesuai, dan (4) mengungkapkan tanggapan dalam bentuk kalimat
SARAN
 Saran adalah pendapat, usul, anjuran yang dikemukakan untuk dipertimbangkan.ž
 Saran dikemukakan agar terjadi perbaikan atau peningkatan dari keadaan semula.ž
 Saran sebaiknya diajukan berdasarkan fakta atau data yang ada agarž tepat sasaran dan yang diberi saran bersedia dengan senang hati mempertimbangkan dan melaksanakannya.
 Saran disertai dengan rasional/alasan yang mendukung untuk meyakinkan kebenaran usulan yang kita berikan.ž

PUJIAN
Yaitu tanggapan terhadap sesuatu hal dengan menitikberatkan pada keunggulan atau nilai lebih dari hal yang ditanggapi.

CONTOH :
Ribuan selter atau tempat tinggal sementara bagi puluhan ribu pengungsi bencana Gunung Merapi dibangun. Program pembangunan itu seiring dengan kian berkurannya aktivitas vulkanis Merapi dan berangsur-angsurnya pengungsi kembali ke kampung halaman dari tempat pengungsian. Program itu ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan.
Salah satu kritik terhadap isi bacaan tersebut yaitu
1. Pembangunan selter seharusnya tidak hanya untuk korban letusan Gunung Merapi saja. (saran)
2. Pembangunan selter harus selesai sesuai target agar pengungsi tidak terlantar. (tanggapan)
Siskamling bisa mengakrabkan warganya. Sebab, ronda malam itu memicu interaksi sosial yang lebih intim antarwarga. Di samping itu pelaksanaan Siskamling menumbuhkan semangat gotong royong, tolong menolong, dan hidup rukun. Semangat itu setidaknya menjadi penawar sikap hidup acuh tak acuh yang melanda sebagian masyarakat. Sikap itu memicu ketidakpedulian warga terhadap lingkungannya.
Kritik terhadap isi bacaan tersebut antara lain:
1. Siskamling sebaiknya digalakkan kembali khususnya di kota-kota besar (saran)
2. Siskamling merupakan sarana silaturahmi antarwarga dalam satu lingkungan (tanggapan)
LATIHAN
1. Erosi yang ditimbulkan akibat pembangunan jalan raya juga mengancam hutan Mbeliling. Selain lapisan tanah yang berkurang karena erosi, keberadaan jalan raya juga meningkatkan akses manusia pada sumber daya hutan. Akibatnya, perburuan satwa liar dan penebangan pohon tak terelakkan.

Kritikan terhadap pembangunan jalan raya pada kutipan berita di atas adalah....
a. mestinya kelestarian alam sebagai acuan dalam pembangunan jalan raya
b. pembangunan jalan raya sebaiknya hanya di kota-kota
c. erosi akibat pembangunan jalan raya, hanya mengada-ada
d. perburuan satwa liar dilegalkan saja

2. Erosi yang ditimbulkan akibat pembangunan jalan raya juga mengancam hutan Mbeliling. Selain lapisan tanah yang berkurang karena erosi, keberadaan jalan raya juga meningkatkan akses manusia pada sumber daya hutan. Akibatnya, perburuan satwa liar dan penebangan pohon tak terelakkan.

Kritikan terhadap pembangunan jalan raya pada kutipan berita di atas adalah....
a. mestinya kelestarian alam sebagai acuan dalam pembangunan jalan raya
b. pembangunan jalan raya sebaiknya hanya di kota-kota
c. erosi akibat pembangunan jalan raya, hanya mengada-ada
d. perburuan satwa liar dilegalkan saja

3. Pada tanggal 8 Maret 2009, saya sedang berbelanja di sebuah supermarket sambil memegang brosur tentang supermarket tersebut yang masih berlaku 7 sampai 9 Maret 2009. Saat melewati rak sebuah barang yang akan saya beli, saya mengira harga yang tercantum itu salahkarena tidak sesuai dengan isi yang ada dalam brosur. Ternyata setelah saya konfirmasi ke pelayan, harga tersebut memang tidak sesuai dengan isi brosur yang saya. Betapa kecewanya saya saat mengetahui hal itu. Pihak supermarket menjelaskan bahwa harga yang tercantum dalam brosur itu sudah salah cetak.

Kritikan terhadap supermarket pada teks di atas adalah….
a. Pihak dari supermarket memang sengaja menurunkan harga dari sebuah barang
b. Pembeli dapat dengan bebas memilih berbelanja di supermarket mana saja
c. Pembeli sangat berhak memilih harga dari suatu barang yang paling murah
d. Pihak supermarket harus dapat mencermati isi yang tercantum di dalam sebuah brosur sebelum diedarkan ke masyarakat

4. SMP Merdeka akan membangun lapangan basket. Padahal sudah tidak ada lagi lahan kosong di SMP Merdeka. Satu-satunya tempat yang dimungkinkan menjadi lapangan basket adalah taman sekolah. Taman itu letaknya di depan deretan kelas. Oleh para siswa, taman itu dijadikan tempat bersantai saat istirahat tiba. Guru-guru dan siswa juga seringkali melakukan kegiatan pembelajaran di sana. Kepala Sekolah telah memutuskan untuk mengubah taman itu menjadi lapangan basket tanpa pertimbangan dari guru dan siswa.
Kritikan yang tepat terhadap sikap kepala sekolah tersebut adalah ….
a. Kepala Sekolah perlu mengadakan pembicaraan dengan orang tua siswa mengenai rencana pengubahan taman sekolah.
b. Lapangan basket juga sangat diperlukan ada baiknya taman sekolah diubah menjadi lapangan basket namun harus ditentukan waktu yang tepat.
c. Kepala Sekolah perlu mempertimbangkan keputusan yang diambilnya.
d. Kepala Sekolah perlu melakukan pembicaraan dengan guru dan siswa mengenai taman sekolah.

5. Akhir-akhir ini kita sering menyaksikan berbagai unjuk rasa lewat layar kaca. Banyak kota yang dijadikan ajang unjuk rasa terganggu kelancaran arus lalu lintasnya. Penyebab unjuk rasa itu sangat kompleks, antara lain karena ketidakpuasan atas kebijakan para ”penguasa”. Jika unjuk rasa terus-menerus terjadi niscaya stabilitas keamanan semakin tidak menentu.
Kritikan yang tepat berdasarkan teks di atas adalah....
a. Sebaiknya tidak perlu melakukan unjuk rasa.
b. Unjuk rasa boleh saja dilakukan asal tidak mengganggu stabilitas keamanan.
c. Pemerintah harus melarang kegiatan unjuk rasa.
d. Televisi tidak perlu menyiarkan unjuk rasa sehingga tidak dicontoh daerah lain.

6. Eto’o sebagai striker Barcelona dianggap sebagai salah satu penyerang paling berbahaya saat ini. Ungkapan Fabregas itu dilandasi rasa kagumnya atas Eto’o dalam mengolah si kulit bundar di lapangan.

Kritikan yang tepat terhadap isi paragraf tersebut adalah ...
a. Ia memang penyerang paling berbahaya saat ini di Barcelona.
b. Kekaguman seseorang yang berlebihan terhadap idolanya.
c. Sebaiknya tidak berlebihan jika menilai seseorang.
d. Striker paling berbahaya dalam mengolah si kulit bundar.

7. Banjir yang melanda beberapa daerah penghasil tanaman produksi padi di Indonesia masih berada dalam taraf wajar. Gagal tanam karena banjir dapat diatasi dengan tanam ulang atau replanting. Hal ini perlu adanya kapitalisasi dan perhatian penuh pemerintah dalam bentuk sarana produksi. Apabila kebijakan pemerintah dalam mengawal ketahanan pangan baik, maka tidak akan terjadi kekurangan pangan. Indonesia juga tidak perlu mengimpor beras karena cadangan pangan masih mencukupi.
Kritikan terhadap pemerintah berdasarkan teks tersebut adalah ...
a. Perlu penambahan jumlah daerah penghasil produksi makanan pokok agar produksi makanan pokok di Indonesia melimpah.
b. Pemerintah perlu mengimpor beras sebagai cadangan pangan sehingga kekurangan pangan tidak akan terjadi lagi saat bencana banjir.
c. Kegagalan tanam terjadi karena harga pupuk, benih, dan obat-obatan sangat mahal sehingga mengakibatkan para petani enggan menanam padi.
d. Pemerintah harus menambah kuantitas bantuan dan mengawal distribusi pupuk, benih, dan obat-obatan.

8. Layanan kesehatan yang terjangkau adalah hak semua warga. Agus dan Kholiq sangat serius dalam menangani kesehatan berkualitas yang terjangkau semua lapisan masyarakat. ”Apalagi selama ini banyak warga yang secara ekonomi cukup, jatuh miskin karena sakit. Untuk itu, Provinsi Jawa Tengah ke depan akan berkonsentrasi pada penyiapan layanan kesehatan yang terjangkai baik secara lokasi maupun biaya”, demikian ungkap Agus-Kholiq, calon pemimpin Jateng, saat memaparkan visi dan komitmennya di hadapan pengurus dan anggota Rotary Club Bojong di Semarang, Kamis (12/6) malam.
(Kompas: Kamis, 19 Juni 2008)
Kritikan terhadap visi dan komitmen Agus-Kholiq pada paragraf di atas adalah...
a. Kita harus mendukung visi dan komitmen Agus-Kholiq
b. Diperlukan waktu lama untuk mencapai visi dan komitmen tersebut.
c. Seluruh warga Jateng mendukung visi dan komitmen Agus-Kholiq.
d. Masalah kesehatan sebenarnya adalah masalah nasional.

9. Industri kerajinan harusnya dibangun di Bali atau Jogjakarta yang merupakan daerah tujuan wisata. Jadi langkah Mardi, pematung dari Jeruk Legi yang mendirikan kerajinan patung di Jeruk Legi ini tergolong nyleneh. Lokasi produksi yang digunakan pun jauh dari objek wisata.

Kritikan terhadap teks berita tersebut adalah ….
a. Lokasi produksi boleh di mana saja.
b. Tidak hanya di Bali dan Jogjakarta saja yang terdapat industri kerajinan.
c. Industri kerajinan baiknya dibangun di daerah tujuan wisata.
d. Mardi mendirikan kerajinan patung jauh dari lokasi wisata.

10. Layanan kesehatan yang terjangkau adalah hak semua warga. Agus dan Kholiq sangat serius dalam menangani kesehatan berkualitas yang terjangkau semua lapisan masyarakat. ”Apalagi selama ini banyak warga yang secara ekonomi cukup, jatuh miskin karena sakit. Untuk itu, Provinsi Jawa Tengah ke depan akan berkonsentrasi pada penyiapan layanan kesehatan yang terjangkau, baik secara lokasi maupun biaya”, demikian ungkap Agus-Kholiq, calon pemimpin Jateng, saat memaparkan visi dan komitmennya di hadapan pengurus dan anggota Rotary Club Bojong di Semarang, Kamis (12/6) malam.
(Kompas: Kamis, 19 Juni 2008)

Kritikan terhadap visi dan komitmen Agus-Kholiq pada paragraf di atas adalah...
a. Kita harus mendukung visi dan komitmen Agus-Kholiq
b. Diperlukan waktu lama untuk mencapai visi dan komitmen tersebut.
c. Seluruh warga Jateng mendukung visi dan komitmen Agus-Kholiq.
d. Masalah kesehatan sebenarnya adalah masalah nasional.

11. Sering terjadi konflik antara orang tua dan anaknya. Penyebabnya antara lain ekonomi dan cara pandang yang berbeda antara anak dan anyahnya. Pokoknya kalau ayah mengatakan tidak ya harus tidak. Keputusan ayah tidak boleh ditentang siapa saja di rumah ini.

Kritik terhadap watak ayah yang tepat adalah…
a. Ayah tidak boleh diktator, memaksakan kehendak. Mestinya anak juga diajak musyawarah agar segala sesuatu dapat diselesaikan dengan bijak.
b. Orang tua dan anak itu satu keluarga maka tidak boleh bertengkar.
c. Anak harus menurut kehendak orang tua.
d. Keterbatasan ekonomi dapat menjadi sumber konfliks keluarga.

12. Untuk meningkatkan mutu Ujian Nasional berbagai upaya telah dilakukan sekolah. Baik dan murid berupaya keras melatih siswa dengan mengerjakan soal-soal agar siswa terbiasa dan mempunyai kesiapan menghadapi ujian. Untuk soal yang sulit dibahas bersama-sama agar ditemukan jawaban yang tepat. Sayang sekali masih ada beberapa anak tidak mau menggunakan kesempatan ini dengan baik.

Kritik untuk siswa yang belum menggunakan kesempatan terbaik untuk meningkatkan nilai Ujian Nasional adalah..
a. Guru dan siswa berupaya keras untuk meningkatkan hasil ujian.
b. Meningkatkan mutu Ujian Nasional itu tugas guru.
c. Sebaiknya siswa yang belum menggunakan kesempatan terbaik itu segera mengikuti usaha sekolah agar mendapat nilai yang memuaskan.
d. Siswa harus dilatih soal-soal supaya terbiasa.
13. Pada awal tahun 2005, telah terjadi musibah yang menimpa keluarga Suwarni. Ia mempunyai tiga orang anak. Anak nomor satu dan dua sudah berumur lima dan empat tahun, yang bungsu masih berumur limabelas hari. Semuanya laki-laki. Pada suatu hari tiba-tiba Pak Sumarjan datang memberitahu bu Suwarni bahwa anaknya bermain sunat-sunatan sampai kehabisan darah karena lukanya terlalu dalam. Padahal saat itu ia sedang memandikan bayinya. Karena terlalu panik, bayi itu ditinggalkan begitu saja dalam bak mandi. Sedang si sulung merasa ketakutan dimarahi ibunya, ia lari dan tertabrak kendaraan hingga mati. Begitu pula adiknya, karena kehabisan darah akhirnya mati juga. Dan ternyata bayinya pun juga telah mati dalam bak mandi.


Kritik terhadap Ibu Suwarni pada teks di atas adalah …
a. Bu Suwarni harus sabar dalam menghadapi musibah.
b. Dalam menghadapi musibah apa pun Bu Suwarni harus menggunakan kepala dingin, tidak terburu-buru dan panik karena bisa berbahaya.
c. Anak-anak harus diawasi terus-menerus.
d. Kalau punya anak jangan terlalu banyak karena repot dan jaraknya jangan terlalu dekat.

14. Akhir-akhir ini Bangsa Indonesia kehilangan jati diri. Hal itu dapat kita lihat di televisi surat kabar dan media massa yang lain. Berita kriminalitas mulai dari pembunuhan, mutilasi, tawuran pelajar, tawuran antar kampung, pembakaran, perkosaan dan lain-lain. Benarkah Bangsa ini kehilangan jati diri? Padahal di sekolah dan di rumah telah diajarkan akhlak dan budi pekerti oleh guru dan orang tuanya. Bahkan diajari pula tentang agama.

Kritik terhadap guru dan orang tua yang tepat adalah…
a. Televisi yang salah, berita kriminalitas mestinya tidak disiarkan.
b. Guru dan orang tua selalu membiasakan anak-anaknya berakhlak baik.
c. Televisi mestinya menayangkan berita yang baik-baik saja.
d. Guru dan orang tua harus selalu berbuat baik.

15. Kenaikan harga kedelai di dalam negeri sudah tidak normal.Pasalnya ,saat ini Harga kedelai di Amerika Serikat hanya naik 30 persen per kilogram, Namun, harga kedelai impor naik di atas 100 persen.
Kritikan yang tepat terhadap kenaikan kedelai dalam negeri adalah....
a. Tidak seharusnya harga kedelai Amerika dinaikkan lebih dari 30 persen.
b. Mestinya kenaikan harga kedelai disesuaikan dengan kenaikan harga di Amerika.
c. Harga kedelai impor sudah sepantasnya naik mengingat di Amerika juga naik 30 persen.
d. Kalau harga kedelai di Amerika naik, Indonesia tidak usah impor kedelai.

16. Layanan kesehatan yang terjangkau adalah hak semua warga. Agus dan Kholiq sangat serius dalam menangani kesehatan berkualitas yang terjangkau semua lapisan masyarakat. ”Apalagi selama ini banyak warga yang secara ekonomi cukup, jatuh miskin karena sakit. Untuk itu, Provinsi Jawa Tengah ke depan akan berkonsentrasi pada penyiapan layanan kesehatan yang terjangkai baik secara lokasi maupun biaya”, demikian ungkap Agus-Kholiq, calon pemimpin Jateng, saat memaparkan visi dan komitmennya di hadapan pengurus dan anggota Rotary Club Bojong di Semarang, Kamis (12/6) malam.
(Kompas: Kamis, 19 Juni 2008)
Kritikan terhadap visi dan komitmen Agus-Kholiq pada paragraf tersebut adalah...
a. Kita harus mendukung visi dan komitmen Agus-Kholiq.
b. Diperlukan waktu lama untuk mencapai visi dan komitmen tersebut.
c. Seluruh warga Jateng mendukung visi dan komitmen Agus-Kholiq.
d. Masalah kesehatan sebenarnya adalah masalah nasional.

17. Bentrokan antarsuporter Persija dan Persipura yang memakan korban 1 orang tewas kemarin, bukan tanggung jawab PSSI, tetapi panitia pertandingan, begitu yang dikatakan Menpora kemarin. Bentrok antarsuporter sepakbola, bukan hanya sekali itu saja terjadi. Penyebab bentrok itu ada beberapa, antara lain akibat kekalahan tim yang didukungnya atau akibat tidak tegasnya wasit dalam memimpin pertandingan. Tingkat kedewasaan penonton yang masih rendah itulah yang membuat sepakbola Indonesia tidak berkualitas.

Kritikan yang tepat terhadap perkataan Menpora berdasarkan paragraf tersebut adalah…
a. Panitia jangan hanya memikirkan keuntungan saja.
b. Sebaiknya pertandingan dipindahkan ke tempat lain.
c. PSSI jangan lepas tangan begitu saja.
d. Panitia pertandingan harus mengatur keluar masuknya penonton dengan lebih baik.



Kamis, 18 Juni 2009

Mengkritik Isi Bacaan

A. Ringkasan Materi
Mengkritik isi bacaan bukanlah upaya mencari-cari kesalahan penulis. Memberikan kritik terhadap bacaan adalah upaya memahami isi bacaan secara mendalam, cermat, analitis, dan evaluatif.
 Memberikan kritikan terhadap isi bacaan dapat dilakukan dengan cara: (1) memahami isi bacaan, (2) mencari dan mencatat kelemahan-kelemahan yang terdapat pada isi bacaan atau pada cara penyajian, (3) mencari kriteria/aturan yang sebenarnya, dan (4) membandingkan kelemahan dengan kriteria.
 Kritikan dapat juga dilakukan dengan cara mengomentari (setuju/tidak setuju) pendapat pengarang/penulis disertai dengan alasan dan bukti-bukti yang logis.



Pengertian Fakta & Opini - Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai fakta dan opini. Dalam dunia informasi sekarang, sering kita dibingungkan apakah suatu berita itu suatu fakta atau hanya sekedar opini. Sering kali suatu opini diyakini sebagai fakta. Untuk mengetahui perbedaan antara fakta dan opini, perhatikan beberapa kalimat yang terdapat kalimat di bawah!

1. Ny. Imin adalah bagian dari warga miskin yang berjumlah 1.031.600 jiwa dari 4 juta penduduk NTB
2. Gambaran kemiskinan ini kian lengkap dilihat dari rumahnya yang berukuran 8X4 meter.
3. “Kalau hujan kami tidur sambil duduk, tidak bisa menggelar tikar karena atap rumah bocor,” ungkap Ny. Imin.
4. Data kuantitatif itu agaknya tidak nyambung dengan kenyataan hidup Ny. Musniah warga Dusun Datar, Lombok Barat maupun Ny. Raidah warga Dusun Karang Bucu, Desa Bagek Polak, Lombok Barat.
5. Nasib yang harus dihadapi Ny. Imin, Ny. Musniah, Ny. Raidah, dan lainnya,hendaknya mampu menggunggah pemerintah dan semua kalangan untuk mengatasi kemiskinan struktural warga pedesaan di NTB.
6. Tak cukup hanya membuat argumentasi lewat angkaangka, yang tak mampu menyelesaikan persolan.



Kalimat Opini dan Kalimat Fakta

perbedaan kalimat fakta dan kalimat opini adalah sebagai berikut :
kalimat opini :
1. Umumnya bersifat objektif, kalimat di sajikan berdasarkan penalaran (logis).
2. Dilengkapi data otentik berupa angka dan bukti tentang objek/peristiwa.
3. Umumnya berisi jawaban atas pertanyaan apa,siapa,kapan,di mana dan berapa.
4. Acuan peristiwa terjadi pada masa lampau dan sekarang.

kalimat fakta :
1. Umumnya bersifat subjektif, kalimat di sajikan berdasarkan perasaan (emosi).
2. berupa saran , pendapat,dan ramalan tentang sebab atau akibat terhadap objek /peristiwa
3. Umumnya berisi jawaban atas pertanyaan mengapa dan bagaimana.
4. acuan peristiwa terjadi pada masa yang akan datang.

Contoh kalimat fakta dan opini .
Kalimat Fakta :
1. Sehabis Makan kita akan mendapatkan rasa kenyang dari rasa lapar kita seharian
2. Sehabis mandi pagi kita akan mendapatkan kesegaran dan badan pun menjadi bersih dari kotoran yang melekat
3. seertinya, dia akan menjadi juara umum tahun ajarin ini.
4. Menurut para siswa dan siswi SMPN 19, gedung barunya mirip rumah sakit.
5. Menurut Sekolah-sekolah lain, SMPN 112 hanya beruntung tahun ini.
6. Sepertinya ia sangat disayang kedua orangtuanya.
7. menurut kesaksian UKSbeberapa murid menderita diare.
8. Para gamers Indonesia tampaknya kecewa dengan keputusan Indogamers
9. Bisa dikatakan Indogamers tidak memakai client atau program permainan resmi selama ini.
10. Sepertinya, masalah lisensi dengan e-Club Indonesia sebagai representatif Valve untuk Indonesia telah menyebabkan hal ini.
11. Resiko penularan penyakit ini terjadi pada penggunaan pisau cukur bersama.
12. Dengan strelisisasi yang memenuhi standar , akan membunuh kuman-kuman yang menempel di pisau cukur tersebut.
13. potong rambut sudah menjadi aktifitas rutin kaum pria.
14.penularan penyakit ini terjadi karena luka yang di sebabkan oleh interaksi antara pisau cukur dan kulit kepala alkohol sebagai pembunuh kuman-kuman.
15. rumah sakit itu seperti sekolah.
Kalimat Opini :
1. sayangnya, jika kurang berhati-hati , aktivitas memotong rambut bisa menjadi media penularan penyakit
2. setidaknya , ini adalah cara termudah untuk menghindari penularan penyakit yang bisa terjadi di tempat umum.
3.sayangnya , biaya yang di perlukan justru lebih mahal.
4. Edwin, siswa kelas 9.2, adalah anak yang sangat pintar.
5. Pada tanggal 2 Januari lalu, SMPN 112 menjuarai lomba IPA tingkat provinsi.
6. Dua hari yang lalu, kecelakaan mobil telah terjadi di daerah Kuningan.
7. Satu orang meninggal dunia dan dua orang luka bakar.
8. Bryna adalah anak yang span dan baik terhadap orangtuanya.
9. Adiku berulang tahun pada tanggal 3 januari.
10. ditemukan ketidak bersihhan makanan kantin yang di sajikan.
11. Tepat pada hari ini, 12 Maret 2009, Indogamers, salah satu penyedia jasa layanan server permainan Counter-strike dan Left 4 Dead, menyatakan bahwa penyedia jasa layanan permainan tersebut akan menutup jasa layanan permainan berbasis Valve, pemegang lisensi Counter-strike dan Left 4 Dead yang selama ini mereka sediakan.
12. Indogamers selama ini menyediakan layanan permainan tanpa memakai Steam, sebuah program untuk mengatur program permainan dari Valve.
13. Saya mendapatkan hadiah sebuah kotak pensil dari teman saya.
14.PBNC ada pada tanggal 20 oktober.
 
sekian penjelasan dari saya tentang kalimat opini dan fakta. best regard Refki Ramadhan x-5



kalimat fakta dan opini
Februari 5, 2010, 12:02 pm
Filed under: Uncategorized
B. Ind: Fakta dan Opini
Alhamdulillah selesai tugasku… Aku tahu banyak dari teman-temanku yang kesulitan untuk mendapatkan informasi dari internet mengenai tugas ini, maka aku berbaik hati mau berbagi dengan teman-teman. Semoga menjadisalah satu untaian indah amal sholehku ya… Amin. Untuk teman-teman jangan asal copy-paste aja loh, sertakan sumber informasi. Oke? Oke?
FAKTA DAN OPINI
Pengertian Fakta dan Opini
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia
fak•ta n hal (keadaan, peristiwa) yg merupakan kenyataan; sesuatu yg benar-benar ada atau terjadi;
opi•ni n pendapat; pikiran; pendirian;
Berdasarkan sumber lain
Fakta adalah keadaan, kejadian, atau peristiwa yang benar dan bisa
dibuktikan. Termasuk di dalamnya ucapan pendapat atau penilaian orang atas sesuatu. Dalam kode etik jurnalistik, pasal 3 ayat (30) dijelaskan antara lain,
“…di dalam menyusun suatu berita, wartawan Indonesia harus membedakan
antara kejadian (fact) dan pendapat (opini) sehingga tidak mencampuradukkan
yang satu dengan yang lain untuk mencegah penyiaran berita-berita yang
diputarbalikkan atau dibubuhi secara tidak wajar.”
Pendapat juga disebut opini. Dikenal public opinion atau pendapat umum
dan general opinion atau anggapan umum. Opini merupakan persatuan (sintesis)
pendapat-pendapat yang banyak; sedikit banyak harus didukung orang banyak
baik setuju atau tidak setuju; ikatannya dalam bentuk perasaan/emosi; dapat
berubah; dan timbul melalui diskusi sosial.
Membedakan Fakta dan Opini
Kata Kunci :
Fakta biasanya ditandai oleh hadirnya data berupa angka.
Opini ditandai dengankata-kata yang bersifat subyektif, misalnya sangat, semakin, dapat, mungkin. Karakteristik lainnya adalah mengandung bentuk-bentuk kata sifat: baik, buruk, mudah, sukar; dan diawali kata menurut… (yang merupakan pernyataan seseorang )
Fakta dan Opini dalam Soal
Tips singkat menjawab soal
Dalam soal, kalimat fakta dan opini biasanya dihadirkan berdampingan. Untuk fakta, carilah kalimat yang berisi hal-hal yang benar-benar terjadi atau telah terjadi (terlihat dari data-data akurat yang diberikan ).
CONTOH SOAL 1
Gubernur Jawa Barat H. Danny Setiawan menyampaikan itu pada peringatan Hari Pahlawan yang digelar di lapangan Gedung Sate, Jl.Diponegoro Bandung, Senin (12/11) ”Bangsa Indonesia termasuk didalamnya masyarakat Jabar, akan tetap hidup dan berdiri tegak bila memiliki semangat nasionalisme tersebut,” katanya.
Fakta yang terdapat dalam tajuk di atas adalah…
A. Menurut H.Danny Setiawan bangsa Indonesia, termasuk di dalamnya masyarakat Jabar, akan tetap hidup dan berdiri tegak bila memiliki semangat nasionalisme.
B. Semangat kebersamaan itu diharapkan untuk diperlihatkan masyarakat dengan “hitung-hitungan“ perannya masing-masing
C. Esensi kepahlawanan bisa direfleksikan dalam setiap upaya pembangunan masyarakat di Jabar.
D. Peringatan Hari Pahlawan yang digelardi lapangan gedung Sate, Jl.Diponegoro Bandung, Senin (12/ 11).
PEMBAHASAN
Konsep dasar
Fakta adalah sesuatu yang benar-benar terjadi atau hal yang diungkapkan berdasarkan suatu bukti nyata (realita). Sesuai dengan kata kunci di atas, kata menurut
(opsiA), kata diharapkan (opsiB), dan kata bisa (opsi C) menunjukkan sebuah opini (persepsi), bukan fakta.
Cara Cepat
Dalam opsi (D) dimuat data berupa tempat dan tanggal terjadinya sebuah peristiwa. Hal ini tentu merupakan bukti atas sesuatu yang benar-benar telah terjadi, atau disebut sebagai fakta. Jawaban : D
CONTOH SOAL 2
Pemerintah Kabupaten Tangerang memperbaiki 42 sekolah.Dana diperoleh dari pinjaman Bank Jabar. Sepuluh sekolah di antaranya mengalami kerusakan yang terutama parah. Hidayat selaku pimpro mengatakan bahwa kecil kemungkinan proyek tersebut gagal.
Kalimat opini dalam paragraf di atas terdapat pada kalimat….
A. Pertama
B. Kedua
C. Ketiga
D. Keempat
PEMBAHASAN
Konsep dasar
Opini atau pendapat adalah hasil pemikiran yang berupa penilaian, masukan, ide, pandangan, perkiraan, atau gambaran perasaan seseorang terhdap sesuatu masalah. Sifatnya subyektif.
Berdasarkan kata kunci di atas, kalimat opini ditandai oleh kemunculan kata mungkin
Selain itu, Hidayat mengatakan bahwa merupakan bagian kalimat yang menunjukkan opini seseorang.
Cara Cepat
Kalimat pertama kalimat fakta(data : 42 sekolah)
Kalimat kedua kalimat fakta (data : pinjaman Bank Jabar)
Kalimat ketiga kalimat fakta (data : 10 sekolah )
Kalimat pendapat kalimat opini (Hidayatmengatakan bahwa …..) Pendapat Hidayat .
Jawaban : D
Menganalisis Fakta dan Opini dalam Sebuah Tajuk
Jumlah Korban Tewas Ledakan Bom Tercatat 9 Orang
Jakarta (tvOne) Jumat, 17 July 2009 11:57 WIB
Korban dua ledakan di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton Jakarta Selatan, mencapai sembilan orang meninggal dunia, dan korban luka-luka 41 orang.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Nanang Sukarna menyatakan korban yang tewas di tempat tercatat sebanyak delapan orang, terdiri dari enam korban tewas di JW marriot dan dua orang korban tewas di Ritz Calton. Satu orang korban meninggal di Rumah Sakit Medistra.
Menurut Nanang, hingga saat ini sebanyak satu korban luka dievakuasi di Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP), 10 korban di Rumah Sakit Jakarta, 29 korban di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC) Jakarta Selatan, dua orang rirawat di Rumah Sakit Medistra Jakarta.
Setelah lebih tiga jam, suasana di lokasi ledakan terlihat masih mencekam. Penjagaan yang dilakukan aparat kepolisian makin diperketat. Polisi juga sudah mempersempit ruang gerak wartawan di sekitar Hotel Marriot dan Hotel Ritz Carlton.
Di sekitar hotel, sedikitnya sembilan mobil ambulan dan dua mobil pemadam kebakaran masih berjaga-jaga. Sementara tim gegana dan tim reserse Kepolisian Republik Indonesia terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap sebab-sebab ledakan tersebut.


Enam Kaki Di Bawah Tanah

January 8, 2012 at 6:45 am Leave a Comment
Tersisa secercah bayangan dalam ingatan Memori indah kita diatas langit Melihat indahnya dunia bersama-sama Ditemani gemerlap cahaya bintang Tak terhitung jumlah malam ku merindukanmu Malam-malam dimana aku menggila Malam-malam sunyi yang begitu dingin Dimana aku membutuhkan dekapanmu Setiap kali engkau menangis Setiap detiknya terasa seperti kutukan Yang memaksaku membawa senyummu kembali Dan menguapkan air mata [...]

HARAPAN KU

January 8, 2012 at 6:44 am Leave a Comment
Ku harap rasa ini tetap abadi di hari esok di hari nanti di hari” yang akan kita lalui aku ingin kau tetap seprti ini tetaplah yakin di sa’at ragu mengguncang jiwa tetaplah jujur meski kau tau hatiku kan hancur tetaplah sayang walau prahara meradang dan tetaplah menjadi kamu yang apa adany krn aku cinta kamu [...]

aku yang selalu terpasung waktu

January 8, 2012 at 6:44 am Leave a Comment
kosong dan hanya kosong saja… tak ada gejolak seperti dulu? tak apa..aku tetap disini seperti dulu.. dengan segala letupan rinduku … dengan semua pekikan sayangku padamu… aku dengan segala egoku yang tak pernah bisa mengertimu aku memang pengecut aku tak berguna aku memang terlalu berharap tuk slalu dalam dekapanmu tapi aku mengerti itu tak mungkin [...]

aku ..yang lelah

January 8, 2012 at 6:40 am Leave a Comment
mungkin memang kau takdirkan aku sedemikian rupa utuk menjalani semua ini mungkin Kau anggap aku memang pantas menerima ini semua Kau patrikan ketakutan..kecewa ..getir dan dendam dihati dan kehidupanku Kau buat aku merasa akulah orang paling tak berhak apapun di dunia ini baiklah…aku memang terlanjur pekat sepekat pekatku aku akan tetap berusaha menipu diriku sendiri [...]

gelisah

January 8, 2012 at 6:39 am Leave a Comment
kalaulah kau tau ap yg kurasakan mungkin hati ini tdk akn bertanya-tanya kegelisahan yang terus membelanggu hati seakan menorehkan sejuta luka dalam diri dimanakah nalurimu…. kepekaan dirimu seakan tertutp rapat tak mengharapkan hadirnya kebahagiaan kalaulah kau mengerti dan mau membuka diri mungkin kebahagiaan itu akan jadi milikmu karya ; anwar alghifari ShareThis post was submitted [...]

Puisi
Puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya.
Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya.
Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar, zigzag dan lain-lain). Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala 'keanehan' yang diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi. Ada beberapa perbedaan antara puisi lama dan puisi baru
Namun beberapa kasus mengenai puisi modern atau puisi cyber belakangan ini makin memprihatinkan jika ditilik dari pokok dan kaidah puisi itu sendiri yaitu 'pemadatan kata'. kebanyakan penyair aktif sekarang baik pemula ataupun bukan lebih mementingkan gaya bahasa dan bukan pada pokok puisi tersebut.
Didalam puisi juga biasa disisipkan majas yang membuat puisi itu semakin indah. Majas tersebut juga ada bemacam, salah satunya adalah sarkasme yaitu sindiran langsung dengan kasar.
Dibeberapa daerah di Indonesia puisi juga sering dinyanyikan dalam bentuk pantun. Mereka enggan atau tak mau untuk melihat kaidah awal puisi tersebut.

 






Hal-hal Membaca Puisi

Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi sebagai berikut:
  • Ketepatan ekspresi/mimik
Ekpresi adalah pernyataan perasaan hasil penjiwaan puisi. Mimik adalah gerak air muka.
  • Kinesik yaitu gerak anggota tubuh.
  • Kejelasan artikulasi
Artikulasi yaitu ketepatan dalam melafalkan kata- kata.
  • Timbre yaitu warna bunyi suara (bawaan) yang dimilikinya.
  • Irama puisi artinya panjang pendek, keras lembut, tinggi rendahnya suara.
  • Intonasi atau lagu suara
Dalam sebuah puisi, ada tiga jenis intonasi antara lain sebagai berikut :
  1. Tekanan dinamik yaitu tekanan pada kata- kata yang dianggap penting.
  2. Tekanan nada yaitu tekanan tinggi rendahnya suara. Misalnya suara tinggi menggambarkan keriangan, marah, takjud, dan sebagainya. Suara rendah mengungkapkan kesedihan, pasrah, ragu, putus asa dan sebagainya.
  3. Tekanan tempo yaitu cepat lambat pengucapan suku kata atau kata.

[sunting] Unsur-unsur puisi

Unsur-unsur puisi meliputi struktur fisik dan struktur batin puisi

[sunting] Struktur Fisik Puisi

Struktur fisik puisi terdiri dari:
  • Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.
  • Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.
  • Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, medengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.
  • Kata konkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Misalnya kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll., sedangkan kata kongkret “rawa-rawa” dapat melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan, dll.
  • Gaya bahasa, yaitu penggunaan bahasa yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu. Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna. Gaya bahasa disebut juga majas. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.
  • Rima/Irama adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima mencakup:
  1. Onomatope (tiruan terhadap bunyi, misal /ng/ yang memberikan efek magis pada puisi Sutadji C.B.),
  2. Bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi [kata], dan sebagainya
  3. Pengulangan kata/ungkapan. Ritma merupakan tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Rima sangat menonjol dalam pembacaan puisi.

[sunting] Struktur Batin Puisi

Struktur batin puisi terdiri dari
  • Tema/makna (sense); media puisi adalah bahasa. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.
  • Rasa (feeling), yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada kemampuan penyairmemilih kata-kata, rima, gaya bahasa, dan bentuk puisi saja, tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya.
  • Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll.
  • Amanat/tujuan/maksud (itention); yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca

[sunting] Jenis-Jenis Puisi

Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru

[sunting] Puisi Lama

Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :
  • Jumlah kata dalam 1 baris
  • Jumlah baris dalam 1 bait
  • Persajakan (rima)
  • Banyak suku kata tiap baris
  • Irama
Ciri puisi lama:
  • Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
  • Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
  • Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.
Jenis-jenis puisi lama
  • Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
Contoh:
Assalammu’alaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu
  • Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka.
Contoh:
Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukkan ke dalam hati
  • Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek.
Contoh:
Dahulu parang sekarang besi (a)
Dahulu sayang sekarang benci (a)
  • Seloka adalah pantun berkait.
Contoh:
Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan
  • Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat.
Contoh:
Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barangsiapa tinggalkan sembahyang (b)
Bagai rumah tiada bertiang (b)
Jika suami tiada berhati lurus (c)
Istri pun kelak menjadi kurus (c)
  • Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.
Contoh:
Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)
  • Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris.
Contoh:
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanak pun cari isi
Induk semang cari dahulu

[sunting] Puisi Baru

Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.
Ciri-ciri Puisi Baru:
  • Bentuknya rapi, simetris;
  • Mempunyai persajakan akhir (yang teratur);
  • Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain;
  • Sebagian besar puisi empat seuntai;
  • Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
  • Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.
Jenis-jenis Puisi Baru Menurut isinya, puisi dibedakan atas :
  • Balada adalah puisi berisi kisah/cerita. Balada jenis ini terdiri dari 3 (tiga) bait, masing-masing dengan 8 (delapan) larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren dalam bait-bait berikutnya. Contoh: Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Balada Matinya Seorang Pemberontak”.
  • Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan. Ciri-cirinya adalah lagu pujian untuk menghormati seorang dewa, Tuhan, seorang pahlawan, tanah air, atau almamater (Pemandu di Dunia Sastra). Sekarang ini, pengertian himne menjadi berkembang. Himne diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan, berisi pujian terhadap sesuatu yang dihormati (guru, pahlawan, dewa, Tuhan) yang bernafaskan ketuhanan.
Contoh:
Bahkan batu-batu yang keras dan bisu
Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri
Menggeliat derita pada lekuk dan liku
bawah sayatan khianat dan dusta.
Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu
menitikkan darah dari tangan dan kaki
dari mahkota duri dan membulan paku
Yang dikarati oleh dosa manusia.
Tanpa luka-luka yang lebar terbuka
dunia kehilangan sumber kasih
Besarlah mereka yang dalam nestapa
mengenal-Mu tersalib di datam hati.
(Saini S.K)
  • Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi (metrumnya ketat), bernada anggun, membahas sesuatu yang mulia, bersifat menyanjung baik terhadap pribadi tertentu atau peristiwa umum.
Contoh:
Generasi Sekarang
Di atas puncak gunung fantasi
Berdiri aku, dan dari sana
Mandang ke bawah, ke tempat berjuang
Generasi sekarang di panjang masa
Menciptakan kemegahan baru
Pantun keindahan Indonesia
Yang jadi kenang-kenangan
Pada zaman dalam dunia
(Asmara Hadi)
  • Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup. Epigram berasal dari Bahasa Yunani epigramma yang berarti unsur pengajaran; didaktik; nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, ikhtibar; ada teladan.
Contoh:
Hari ini tak ada tempat berdiri
Sikap lamban berarti mati
Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan
Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas.
(Iqbal)
  • Romansa adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih. Berasal dari bahasa Perancis Romantique yang berarti keindahan perasaan; persoalan kasih sayang, rindu dendam, serta kasih mesra
  • Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan. Berisi sajak atau lagu yang mengungkapkan rasa duka atau keluh kesah karena sedih atau rindu, terutama karena kematian/kepergian seseorang.
Contoh:
Senja di Pelabuhan Kecil
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
  • Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik. Berasal dari bahasa Latin Satura yang berarti sindiran; kecaman tajam terhadap sesuatu fenomena; tidak puas hati satu golongan (ke atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim etc)
Contoh:
Aku bertanya
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi
di sampingnya,
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
termangu-mangu dl kaki dewi kesenian.
Sedangkan macam-macam puisi baru dilihat dari bentuknya antara lain:
  • Distikon, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas dua baris (puisi dua seuntai).
Contoh:
Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal
Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh
  • Terzina, puisi yang tiap baitnya terdiri atas tiga baris (puisi tiga seuntai).
Contoh:
Dalam ribaan bahagia datang
Tersenyum bagai kencana
Mengharum bagai cendana
Dalam bah’gia cinta tiba melayang
Bersinar bagai matahari
Mewarna bagaikan sari
  • Kuatrain, puisi yang tiap baitnya terdiri atas empat baris (puisi empat seuntai).
Contoh :
Mendatang-datang jua
Kenangan masa lampau
Menghilang muncul jua
Yang dulu sinau silau
Membayang rupa jua
Adi kanda lama lalu
Membuat hati jua
Layu lipu rindu-sendu
  • Kuint, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas lima baris (puisi lima seuntai).
Hanya Kepada Tuan
Satu-satu perasaan
Hanya dapat saya katakan
Kepada tuan
Yang pernah merasakan
Satu-satu kegelisahan
Yang saya serahkan
Hanya dapat saya kisahkan
Kepada tuan
Yang pernah diresah gelisahkan
Satu-satu kenyataan
Yang bisa dirasakan
Hanya dapat saya nyatakan
Kepada tuan
Yang enggan menerima kenyataan
(Or. Mandank)
  • Sektet, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas enam baris (puisi enam seuntai).
Contoh:
Merindu Bagia
Jika hari’lah tengah malam
Angin berhenti dari bernafas
Sukma jiwaku rasa tenggelam
Dalam laut tidak terwatas
Menangis hati diiris sedih
(Ipih)
  • Septime, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas tujuh baris (tujuh seuntai).
Contoh:
Indonesia Tumpah Darahku
Duduk di pantai tanah yang permai
Tempat gelombang pecah berderai
Berbuih putih di pasir terderai
Tampaklah pulau di lautan hijau
Gunung gemunung bagus rupanya
Ditimpah air mulia tampaknya
Tumpah darahku Indonesia namanya
  • Oktaf/Stanza, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas delapan baris (double kutrain atau puisi delapan seuntai).
Contoh:
Awan
Awan datang melayang perlahan
Serasa bermimpi, serasa berangan
Bertambah lama, lupa di diri
Bertambah halus akhirnya seri
Dan bentuk menjadi hilang
Dalam langit biru gemilang
Demikian jiwaku lenyap sekarang
Dalam kehidupan teguh tenang
  • Soneta, adalah puisi yang terdiri atas empat belas baris yang terbagi menjadi dua, dua bait pertama masing-masing empat baris dan dua bait kedua masing-masing tiga baris. Soneta berasal dari kata sonneto (Bahasa Italia) perubahan dari kata sono yang berarti suara. Jadi soneta adalah puisi yang bersuara. Di Indonesia, soneta masuk dari negeri Belanda diperkenalkan oleh Muhammad Yamin dan Roestam Effendi, karena itulah mereka berdualah yang dianggap sebagai ”Pelopor/Bapak Soneta Indonesia”. Bentuk soneta Indonesia tidak lagi tunduk pada syarat-syarat soneta Italia atau Inggris, tetapi lebih mempunyai kebebasan dalam segi isi maupun rimanya. Yang menjadi pegangan adalah jumlah barisnya (empat belas baris).
Contoh:
Gembala
Perasaan siapa ta ‘kan nyala ( a )
Melihat anak berelagu dendang ( b )
Seorang saja di tengah padang ( b )
Tiada berbaju buka kepala ( a )
Beginilah nasib anak gembala ( a )
Berteduh di bawah kayu nan rindang ( b )
Semenjak pagi meninggalkan kandang ( b )
Pulang ke rumah di senja kala ( a )
Jauh sedikit sesayup sampai ( a )
Terdengar olehku bunyi serunai ( a )
Melagukan alam nan molek permai ( a )
Wahai gembala di segara hijau ( c )
Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau ( c )
Maulah aku menurutkan dikau ( c )

[sunting] Puisi Kontemporer

Kata kontemporer secara umum bermakna masa kini sesuai dengan perkembangan zaman atau selalu menyesuaikan dengan perkembangan keadaan zaman. Selain itu, puisi kontemporer dapat diartikan sebagai puisi yang lahir dalam kurun waktu terakhir. Puisi kontemporer berusaha lari dari ikatan konvensional puisi iti sendiri. Puisi kontemporer seringkali memakai kata-kata yang kurang memperhatikan santun bahasa, memakai kata-kata makin kasar, ejekan, dan lain-lain. Pemakaian kata-kata simbolik atau lambing intuisi, gaya bahasa, irama, dan sebagainya dianggapnya tidak begitu penting lagi.
Tokoh-tokoh puisi kontemporer di Indonesia saat ini, yaitu sebagai berikut:
Puisi kontemporer dibedakan menjadi 3 yaitu
  • Puisi mantra adalah puisi yang mengambil sifat-sifat mantra. Sutardji Calzoum Bachri adalah orang yang pertama memperkenalkan puisi mantra dalam puisi kontemporer. Ciri-ciri mantra adalah:
  1. Mantra bukanlah sesuatu yang dihadirkan untuk dipahami melainkan sesuatu yang disajikan untuk menimbulkan akibat tertentu
  2. Mantra berfungsi sebagai penghubung manusia dengan dunia misteri
  3. Mantra mengutamakan efek atau akibat berupa kemanjuran dan kemanjuran itu terletak pada perintah.
Contoh:
Shang Hai
ping di atas pong
pong di atas ping
ping ping bilang pong
pong pong bilang ping
mau pong? bilang ping
mau mau bilang pong
mau ping? bilang pong
mau mau bilang ping
ya pong ya ping
ya ping ya pong
tak ya pong tak ya ping
ya tak ping ya tak pong
sembilu jarakMu merancap nyaring
(Sutardji Calzoum Bachri dalam O Amuk Kapak, 1981)
  • Puisi mbeling adalah bentuk puisi yang tidak mengikuti aturan. Aturan puisi yang dimaksud ialah ketentuan-ketentuan yang umum berlaku dalam puisi. Puisi ini muncul pertama kali dalam majalah Aktuil yang menyediakan lembar khusus untuk menampung sajak, dan oleh pengasuhnya yaitu Remy Silado, lembar tersebut diberi nama "Puisi Mbeling". Kata-kata dalam puisi mbeling tidak perlu dipilih-pilih lagi. Dasar puisi mbeling adalah main-main. Ciri-ciri puisi mbeling adalah:
  1. Mengutamakan unsur kelakar; pengarang memanfaatkan semua unsur puisi berupa bunyi, rima, irama, pilihan kata dan tipografi untuk mencapai efek kelakar tanpa ada maksud lain yang disembunyikan (tersirat).
Contoh:
Sajak Sikat Gigi
Seseorang lupa menggosok giginya sebelum tidur
Di dalam tidur ia bermimpi
Ada sikat gigi menggosok-gosok mulutnya supaya terbuka
Ketika ia bangun pagi hari
Sikat giginya tinggal sepotong
Sepotong yang hilang itu agaknya
Tersesat di dalam mimpinya dan tak bisa kembali
Dan ia berpendapat bahwa, kejadian itu terlalu berlebih-lebihan
(Yudhistira Ardi Nugraha dalam Sajak Sikat Gigi, 1974)
  1. Menyampaikan kritik sosial terutama terhadap sistem perekonomian dan pemerintahan.
  2. Menyampaikan ejekan kepada para penyair yang bersikap sungguh-sungguh terhadap puisi. Dalam hal ini, Taufik Ismail menyebut puisi mbeling dengan puisi yang mengkritik puisi.
  • Puisi konkret adalah puisi yang disusun dengan mengutamakan bentuk grafis berupa tata wajah hingga menyerupai gambar tertentu. Puisi seperti ini tidak sepenuhnya menggunakan bahasa sebagai media. Di dalam puisi konkret pada umumnya terdapat lambang-lambang yang diwujudkan dengan benda dan/atau gambar-gambar sebagai ungkapan ekspresi penyairnya.
Contoh:
Doktorandus Tikus I
selusin toga
me
nga
nga
seratus tikus berkampus
diatasnya
dosen dijerat
profesor diracun
kucing
kawin
dan bunting
dengan predikat
sangat memuaskan
(F.Rahardi dalam Soempah WTS, 1983)
Penyusunan puisi kontemporer sebagai puisi inkonvensional ternyata juga perlu memerhatikan beberapa unsur sebagai berikut:
  • Unsur bunyi; meliputi penempatan persamaan bunyi (rima) pada tempat-tempat tertentu untuk menghidupkan kesan dipadu dengan repetisi atau pengulangan-pengulangannya.
  • Tipografi; meliputi penyusunan baris-baris puisi berisi kata atau suku kata yang disusun sesuai dengan gambar (pola) tertentu.
  • Enjambemen; meliputi pemenggalan atau perpindahan baris puisi untuk menuju baris berikutnya.
  • Kelakar (parodi); meliputi penambahan unsur hiburan ringan sebagai pelengkap penyajian puisi yang pekat dan penuh perenungan (kontemplatif)

[sunting] Pranala Luar


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar